Aksi Penyelundupan Minyak Hancurkan Struktur Negara Libya

24400
Aksi Penyelundupan Minyak Hancurkan Struktur Negara Libya
Foto : inilah.com

JENEWA (INDOPETRO)- Penyelundupan minyak tidak saja merugikan negara tetapi merusak nyaris seluruh struktur negara.

“Dampak dari pencurian minyak merusak seluruh struktur negara Libya,” kata Mustafa Sanalla, Presiden Nasional Oil Company, perusahaan minyak milik pemerintah Libya, pada Rabu (18/4/2018) saat berpidato di sebuah konferensi membahas soal pencurian minyak dan bahan bakar, digelar di Kota Jenewa, Swiss.

Menurutnya, penyelundupan minyak telah mengakibatkan negaranya rugi lebih dari US$ 750 juta setahun.

Dia mengutarakan penyelundupan minyak bukan sekadar merugikan milisi-milisi menguasai sebagian besar ladang minyak di Libya, tapi juga merugikan perusahaan-perusahaan distribusi seharusnya bisa memasok minyak murah bagi rakyat Libya.

Sektor minyak merupakan tulang punggung perekonomian Libya ambruk sejak pemberontakan meletup pada 2011 dan berhasil menggulingkan rezim Muammar al-Qaddafi, telah berkuasa selama 42 tahun.

Sebelum terjadi revolusi, Libya mempunyai cadangan minyak 48 miliar barel, menghasilkan 1,6 juta barel minyak per hari.

Angka produksi anjlok menjadi 500 ribu barel sehari selama 2014-2016, lantaran konflik bersenjata antar milisi kerap meletup di sekitar fasilitas produksi dan pelabuhan ekspor untuk memperebutkan ladang-ladang minyak.

Libya, negara dengan cadangan minyak terbesar di Benua Afrika, mulai mengekspor minyak lagi pada September 2016 setelah pelabuhan Ras Lanuf dibuka kembali. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*