Dokumen Lingkungan Terbukti Tidak Lengkap, Pertamina RU V Balikpapan Kena Sanksi Administratif

37400
Dokumen Lingkungan Terbukti Tidak Lengkap, Pertamina RU V Balikpapan Kena Sanksi Administratif
Foto : nusantaranews.com

BALIKPAPAN (INDOPETRO)- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, akan segera menerbitkan sanksi administratif kepada Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan setelah dilakukan investigasi selama dua pekan atas kasus tumpahan minyak 31 Maret lalu oleh kementerian.

Hasil penyelidikan Tim KLHK menyatakan bahwa dokumen lingkungan milik Pertamina RU V tidak mencantumkan dampak-dampak penting dari alur pelayaran pipa. Dalam dokumen tidak tercantum kajian perawatan pipa. Selain itu hasil temuan menyebutkan badan usaha milik negara (BUMN) ini tidak memiliki sistem pemantauan pipa otomatis dan sistem peringatan dini.

“Inspeksi pipa juga tidak memadai, hanya untuk kepentingan sertifikasi,” kata Siti dikutip dari Kaltim Post, Rabu (18/4/2018).

Siti menyebutkan pihaknya juga akan memerintahkan Pertamina RU V Balikpapan untuk melakukan kajian risiko dan audit lingkungan wajib yang berfokus pada keamanan pipa penyalur minyak, kilang minyak dan sarana pendukung.

“PT Pertamina RU V Balikpapan juga harus melanjutkan kegiatan penanggulangan tumpahan minyak dan pemulihan lingkungan akibat kebocoran pipa minyak,” kata Siti. Saat ini  KLHK lebih fokus pada pengawasan terhadap penanggung jawab usaha atau kegiatan di sekitar Teluk Balikpapan untuk pengendalian pencemaran serta perhitungan proyeksi ganti rugi.

Selain itu tim turut mengikuti perkembangan dan dampak tumpahan minyak terhadap sumber daya hayati. Di mana akibat tumpahan minyak antara lain kematian manusia maupun satwa, pencemaran udara, serta pencemaran 270 hektare hutan mangrove di Balipapan dan Penajam Paser Utara.

Terkait penegakan hukum, KLHK akan berkoordinasi dengan Polda Kaltim yang didukung Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK. Penyelidikan akan difokuskan untuk mendalami dan menentukan faktor penyebab patahnya pipa.

Pada kesempatan lain Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Elia Massa Manik, mengatakan insiden ini menjadi pelajaran bagi perseroan untuk seluruh kilang mereka.

“Prioritas kami, selesaikan dulu urusan lingkungan dan masyarakat yang terkena dampak. Hasil investigasi lainnya, kami masih tunggu,” ujarnya. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*