Pelaku Pasar Minyak Cemas Terhadap Serangan AS Cs ke Suriah

4200
Pelaku Pasar Minyak Cemas Terhadap Serangan AS Cs ke Suriah
Foto : commondreams.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Diakui, Suriah bukan termasuk negara produsen minyak utama. Walaupun demikian, kawasan Timur Tengah (termasuk Suriah) merupakan pusat ekspor minyak dunia. Karena itu timbul kekhawatiran serangan Amerika Serikat (AS), Perancis dan Inggris ke Suriah dapat memengaruhi harga minyak mentah di pasar global. Bahkan ketegangan di kawasan ini bisa juga meningkatkan kewaspadaan pelaku pasar.

“Ada faktor lain di samping ketidakpastian dampak serangan Barat ke Suriah tersebut,” kata pelaku pasar, seperti yang disinyalir Reuters, Senin (16/4/2018). Pasar juga mendapatkan tekanan akibat pesatnya aktivitas pengeboran minyak di AS.

Menurut laporan Baker Hughes, jumlah oil drilling rigs meningkat 7 buah ke angka total 815 dalam periode sepekan yang berakhir tanggal 13 April. Angka total 815 merupakan yang tertinggi sejak Maret 2015. Padahal, data tersebut merupakan proxy indicator bagi laju produksi di negara produsen minyak terbesar kedua dunia ini. Kenaikan rig count dalam jangka panjang dapat membebani harga minyak, meskipun OPEC menerapkan kesepakatan kuota yang cukup ketat dan konflik di Timur Tengah terus berkecamuk.

Diketahui, harga minyak mentah tipe Brent telah merosot lebih dari 1 persen ke US$ 71.80, sedangkan West Texas Intermediate melorot 0.9% ke US$ 66.76 per barel. Padahal, pada perdagangan Jumat (13/4/2018), Brent ditutup pada US$ 72.54 dan WTI pada US$67.36. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*