Pemerintah Jamin Harga BBM Tidak Naik, Faktanya Harga BBM Naik Plus Langka

43300
Pemerintah Jamin Harga BBM Tidak Naik, Faktanya Harga BBM Naik Plus Langka

JAKARTA (INDOPETRO)- Belakangan ini terjadi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di daerah Jakarta dan sekitarnya. Bahkan, tidak saja kelangkaan tapi harganya pun ikut melonjak.

“Coba perhatikan di beberapa SPBU antrian mengular. Orang-orang mengantri untuk membeli BBM,” kata Salim Hutajulu, aktifis Malapetaka Lima Belas Januari (Malari) 1974, pada indopetro, Sabtu siang (14/4/2018) di Jakarta. Sialnya lagi, harga jual BBM juga turut naik.

Padahal pemerintah telah menegaskan bahwa harga jual BBM tidak akan dinaikkan hingga tahun 2019. “Faktanya, harga BBM jenis Pertalite naik,” ujarnya.

Dia juga merasa heran mengapa BBM jenis Premium sulit ditemukan di beberapa SPBU. “Apakah ini strategi dan upaya untuk menghapus Premium ditengah-tengah masyarakat secara pelan-pelan?” tanya mantan Ketua Senat Fisip Universitas Indonesia (UI) ini. Selanjutnya, Premium diganti dengan Pertalite.

Dia tidak menampik disebut bahwa penaikan harga jual BBM ini sebagai pembohongan publik yang dilakukan oleh pemerintah. “Jelas pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan harga BBM sampai tahun 2019,” tandas Salim. Tetap realitas di lapangan terjadi kenaikan harga BBM. “Apa ini masih bisa disebut jujur,” gugat Salim.

Lebih jauh aktifis yang pernah dipenjara oleh rezim Soeharto ini mengutarakan kenaikan harga BBM berimbas pula pada harga-harga kebutuhan pokok. “Di mana-mana masyarakat mengeluh soal harga-harga kebutuhan pokok sehari-hari naik,” ujarnya. Bahkan pangan atau beras, cabe, garam itu impor. “Keadaan ekonomi sudah morat marit, ditambah dengan daya beli masyarakat yang anjlok,” paparnya.

Terkait kelangkaan BBM jenis Premium di beberapa daerah, Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Tbk Iskandar mengatakan hal tersebut karena terjadi pergeseran penjualan.

Iskandar menjelaskan pergeseran tersebut terjadi karena ada ketimpangan harga antara BBM jenis premium dan pertamax. Di mana harga pertamax naik sedangkan premium tetap. “Itu kembali ke aspek market, waktu harga rendah orang geser ke sana semua sehingga laku ke pertalite semua. Tiba-tiba premium ditahan (harganya) pertalite naik,” kata Iskandar.

Lantas, masyarakat yang tadinya memilih Pertalite pun kembali menggunakan Premium di saat kuota Premium telah disesuaikan sebelumnya. “Akhirnya orang kembali ke Premium tapi pasokanya sudah rutin. Akhirnya seolah-olah dijatah itu yang jadi masalah,” katanya.

Dia juga mejelaskan saat ini terdapat perbedaan harga antara premium dan pretalite mencapai Rp 280/liter. “Rp 200 lebih dikit lah, Rp 280-an,” katanya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*