Pertamina Rugi Jualan Pertalite, Dirjen Migas: Tidak Mungkin

35500
Dirjen Migas Tetapkan Ron 98 Dipasarkan di Dalam Negeri
Foto : ogindonesia.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meragukan PT Pertamina (Persero) mengalami kerugian saat menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. Disebutkan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Djoko Siswanto, formula harga Pertalite sudah memperhitungkan margin badan usaha.

“Tidak mungkin (rugi), bisnis apa yang menggiurkan kayak begitu?” kata Djoko di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Menurutnya BBM merupakan hajat hidup orang banyak, jadi tidak mungkin Pertamina rugi berjualan Pertalite karena sudah pasti banyak peminatnya. Apalagi tahun 2016, lanjutnya, dividen yang dapat dihasilkan Pertamina melalui penjualan Pertalite mencapai Rp 12,1 triliun. Artinya masih bisa menghasilkan laba.

Selain itu, selama ini Pertamina bisa mendapatkan margin minimal 5% dan maksimal 10% dari menjual BBM nonsubsidi. Sehingga dalam 20 hari Pertamina dinilai sudah balik modal dalam menjual Pertalite.

Djoko mengatakan selama ini Pertamina mengambil margin 5-10% karena belum bisa efisien dalam menekan biaya. Salah satu contoh biayanya untuk distribusi BBM. Kebijakan itu tidak akan membuat Pertamina rugi.

“Dia bisa mengajukan sampai 10 persen, tapi harus dapat persetujuan menteri. Ini Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), bukan industri,” kata Djoko.

Sebelumnya, Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Muchamad Iskandar mengatakan harga keekonomian Pertalite saat ini seharusnya Rp 8.000 per liter. Namun, yang dijual ke masyarakat hanya sekitar Rp 7.800 per liter. Dengan demikian Pertamina merugi Rp 200 per liter untuk penjualan Pertalite. Ini memberatkan, apalagi dalam kondisi harga minyak dunia yang terus naik. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*