PGN Integrasikan Pembangunan Infrastruktur dengan Pertagas

15100
PGN Integrasikan Pembangunan Infrastruktur dengan Pertagas
Foto: okezone

JAKARTA (INDOPETRO)- Dengan diresmikannya holding badan usaha milik negara (BUMN) di sektor minyak dan gas bumi (migas), PT Perusahaan Gas Negara (PGN) targetkan efisiensikan pembangunan fasilitas bersama Pertagas.

Direktur Utama PGN, Jobi Triananda Hasjim, mengatakan akan ada revisi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Di mana PGN dan Pertagas akan menimbang beberapa proyek yang paling optimal dan menghindari tumpang. Jika ditemukan adanya tumpang tindih, maka proyek akan dialihkan ke daerah lain yang belum masuk RKAP.

“(PGN dan Pertagas) Bertemu agar aset bisa dibuka, mana yang bisa segera dioperasikan, bersama kami operasikan. Lalu yang duplikasi kami cegah, dan yang di RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) ada tubrukan, kami stop,” kata Jobi, di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Menurut Jobi kini Pertagas telah resmi menjadi bagian dari PGN. Oleh karena itu langkah ke depan lebih berfokus pada integrasi fasilitas dan proyek. Sehingga tercipta efisiensi dan anggaran yang ada bisa digunakan untuk bangun fasilitas baru.

“Dengan holding BUMN migas, infrastruktur akan cepat terbangun, bisa dapat dividen lebih banyak, dan yang terpenting, bagaimana pelanggan dapat terlayani dengan baik,” kata Jobi.

Jobi berharap, dengan holding migas akan ada peningkatan pasokan serta pengawasan lebih optimal terhadap pipa-pipa yang sudah ada. “Dalam hal mengendalikan pasokan dan niaga. Pengoperasian pipa-pipa bagaimana jaringan-jaringan yang ada bisa lebih terintegrasi dan akhirnya memberikan dampak positif buat masyarakat,” katanya.

Mengenai nilai akuisisi PGN terhadap Pertagas, Jobi mengaku akan segera membicarakan dengan Pertagas perihal detil pelaksanaannya. Menurutnya penentuan nilai akuisisi tersebut harus segera dilakukan karena integrasi kedua perusahaan menjadi tahap lanjutan usai Holding BUMN Migas resmi berdiri.

Mengenai tenggat waktu dari proses tersebut, Jobi belum bisa memastikan. Jobi memperkirakan penentuan nilai akuisisi itu tidak akan bisa dilakukan pada bulan ini. (Gadih)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*