ESDM Tunda Teken PSC 8 Blok Migas Terminasi Atas Permintaan Pertamina

30600
ESDM Tunda Teken PSC 8 Blok Migas Terminasi Atas Permintaan Pertamina
Foto : migasnesia.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengabulkan permintaan PT Pertamina (Persero) untuk mengundur penandatanganan kontrak kerja sama (Production Sharing Contract/PSC) delapan wilayah kerja (WK) terminasi. Kedelapan WK minyak dan gas bumi (migas) tersebut nantinya akan diberikan hak kelolanya ke Pertamina.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan, menyampaikan rencana awal penandatanganan PSC akan dilaksanakan minggu lalu. “Ya saya maunya tanda tangan minggu lalu. Pertamina minta waktu dua bulan,” katanya di Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Alasan meminta pengunduran jadwal pernah disampaikan Presiden Direktur PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Gunung Sardjono Hadi, pekan lalu. Hadi beralasan pihaknya membutuhkan waktu untuk mencari pendampingan hulum sebelum kontrak diteken. Menurutnya, Pertamina merupakan badan usaha milik negara (BUMN) sehingga tindakan yang diambil tidak melanggar aturan.

Terkait pendampingan hukum, Pertamina akan meminta bantuan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Kejaksaan Agung. “Tujuannya agar pengambilan hak kelola (participating interest/PI) oleh Pertamina sesuai hukum,” kata Hadi pekan lalu.

Permintaan tersebut kemudian diterima oleh pemerintah. Jonan tetap mengamanahkan 100 persen tata kelola blok-blok terminasi sepenuhnya dimiliki Pertamina. Perusahaan ini hanya dibolehkan bermitra untuk memudahkan tugasnya. Dengan catatan, mitra tersebut harus membayar hak partisipasi dalam mengelola blok migas terminasi. Tujuannya agar Pertamina tetap menjadi bagian pengelola blok tersebut.

“Yang saya pesan begini ke Pertamina, tidak boleh menjual penugasan itu untuk  mendapat cash di depan. Kalau mau itu diatur dengan mitranya itu bagaimana, cash call-nya Pertamina siapa, mintranya nanggung apa, dsb. Kalau kita kasih penugasan dan kemudian dijual oleh Pertamina. Masa begitu tujuannya, kan lucu,” kata Jonan.

Delapan blok terminasi tersebut adalah, Blok Ogan Komering, Tuban, South East Sumatera, Sanga-Sanga, East Kalimantan, Attaka, Tengah, dan North Sumatera Offshore. Empat diantaranya akan dibagi sahamnya dengan kontraktor eksisting, yakni Blok Sanga-Sanga, South East Sumatera, Tuban, dan Ogan Komering.

Sedangkan empat blok lainnya yang akan dikelola Pertamina bersama dengan mitra yaitu Blok Tuban, Sanga sanga, Southest Sumatera dan Ogan Komering.(Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*