Uji Teknis B20 Dilakukan KESDM

10500
BPDPKS Salurkan Insentif Biodisel ke 19 BBN

JAKARTA (INDOPETRO)- Hal yang utama dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) bukanlah kuantitas baurannya melainkan penggunanya. Ada tidak yang menggunakan. Sebut saja misalnya program Biodiesel 20% (B20). Demikian dikatakan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan pada media, Rabu (11/4/2018) di Jakarta. KESDM, saat ini sedang melakukan kajian terhadap program B20 persen.

Menurut Jonan, hal ini perlu dilakukan karena ada beberapa hal yang menjadi concern pemakai yang sudah melakukan uji atau memakai langsung produk B20. “B20 saat ini sedang dilakukan kajian,” katanya.

Dia menyatakan, ujian teknis terhadap B20 ini akan tetap dilakukan terutama di sektor perkeretaapian yang sesuai dengan jadwal yang ditawarkan oleh anggota Dewan Energi Nasional (DEN) dari Kementerian Perhubungan yang berjanji menyelesaikan program uji teknis B20 di perkeretaapian yang akan selesai pada akhir April 2018.

“Anggota DEN dari perhubungan berjanji untuk menyelesaikan uji teknis B20 di perkeretaapian selama 3 bulan sejak bulan Januari,” tandasnya.

Seperti diketahui, pemerintah mewajibkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar mengandung biodiesel sebesar 20 persen (B20). Biodiesel tersebut terbuat dari minyak kelapa sawit. Ketentuan itu dibuat untuk mengurangi impor BBM dan mengurangi emisi karbon. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*