Jualan Pertalite, Pertamina Merugi

40800
Pertamina Bantah Berita Harga Pertalite Naik
Foto : kompasiana.com

JAKARTA (INDOPETRO)- PT Pertamina (Persero) mengaku rugi dari penjualan bahan bakar minyak (BBM) Pertalite. Ini dikarenakan harga minyak mentah dunia yang kini sedang merangkak naik.

Direktur Pemasaran Pertamina M Iskandar mengatakan penjualan Pertalite membuat perseroan mengalami kerugian karena harga jual yang ditetapkan masih di bawah harga keekonomian. Meski akhir Maret lalu harganya sudah dinaikkan Rp 200 per liter, namun kenaikan tersebut masih belum menutupi kerugian Pertamina.

“Yang jelas saat ini seperti Pertalite kami jual rugi,” kata Iskandar di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Harga Pertalite saat ini mencapai Rp 8000 per liter, sedangkan untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali  harga jualnya Rp 7800 per liter. Dengan demikian, lanjut Iskandar, Pertamina merugi Rp 200 per liternya. Kondisi ini terasa lebih memberatkan karena lonjakan harga minyak dunia yang semakin naik.

Menurut Iskandar, Pertamina selama ini selalu memantau perkembangan harga minyak dunia. Apabila selisih harga keekonomian terlalu tinggi terhadap harga jual, maka akan diambil kebijakan harga.

Iskandar menyebutkan saat ini Pertalite merupakan produk Pertamina yang penjualannya paling besar. Lebih dari 50 persen BBM yang dijual Pertamina disumbang Pertalite yang kemudian diikuti Premium dengan porsi 27 persen dan sisanya adalah BBM beroktan tinggi, yaitu Pertamax dan Pertamax Turbo.

Saat ditanya terkait kebijakan pemerintah untuk intervensi harga BBM non subsidi, Iskandar menyatakan perseroan akan mematuhi. “Meskipun gerak perseroan jadi terbatas,” katanya.(Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*