Akta Pengalihan Saham Diteken, PGN Resmi Jadi Anak Usaha Pertamina

9900
Holding Migas Resmi Berdiri
Foto : sindonews.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Pemerintah, diwakili Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan PT Pertamina telah menandatangani Akta Pengalihan Saham PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Bersama ini Pertamina telah menjadi induk usaha (holding) BUMN di sektor minyak dan gas bumi (migas).

Penandatanganan ini menunjukkan bahwa hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PGN tentang pengalihan saham tetap berlaku. Dengan demikian administrasi pembentukan holding migas telah selesai.

“Tidak batal lah (hasil RUPSLB PGN). Sudah beres semua, kenapa mesti batal? Sudah selesai kok,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno ketika ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, pada Selasa (10/4/2018).

Deputi Bidang Usaha Pertambangan Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno, mengatakan dalam PP yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 9 Maret lalu, negara melakukan penambahan modal ke Pertamina. Ini dilakukan melalui pengalihan seluruh saham seri B milik negara yang ada di PGN kepada Pertamina. Jumlahnya mencapai Rp 13,8 miliar saham.

Nilai saham yang dialihkan ke Pertamina telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) berdasarkan usulan Menteri BUMN Rini Soemarno. Nilai sahamnya sebesar Rp 38,1 triliun seperti dalam KMK Nomor 286/KMK.06/2018.

“Jadi, tinggal satu saham seri A yang milik negara di PGN,” kata Fajar

Sebelumnya, akhir Maret lalu, Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama menyebutkan status PGN yang masih berstatus BUMN seiring batalnya hasil RUPSLB PGN. Di mana setelah jangka waktu 60 hari yang disyaratkan RUPSLB PGN untuk Akta Pengalihan Saham sudah terlewat. Meskipun terbitnya PP Nomor 6 Tahun 2018 tentang pengalihan saham PGN milik Pemerintah ke Pertamina, sebagai salah satu syarat lain RUPSLB tidak dibatalkan.

Fajar menambahkan hasil RUPSLB PGN yang masih belum afektif saat ini hanya perubahan anggaran dasar PGN, khususnya menghilangkan Persero.(Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*