Menko Perekonomian Akui Belum Tahu Rencana Intervensi Harga BBM Non Subsidi oleh Pemerintah

28400
Menko Perekonomian Akui Belum Tahu Rencana Intervensi Harga BBM Non Subsidi oleh Pemerintah
Foto : tempo.com

JAKARTA (INDOPETRO)-  Kemarin, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menyampaikan rencana pemerintah ikut dalam menentukan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi. Di mana setiap pemasok BBM wajib mendapat persetujuan dari pemerintah jika hendak menaikan harga produk tersebut. Ini dilakukan untuk menjaga inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengakui pihaknya belum membicarakan revisi Perpres untuk intervensi pemerintah dalam menentukan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi. Beliau mengakui belum mengetahui rencana ini sebelumnya.

“Kami belum bahas soal itu jadi saya enggak bisa menjelaskan apa-apa. Intinya belum dibicarakan antar departemen,” kata Darmin, di Jakarta, Selasa (10/4/2018)

Hal ini juga diakui oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Suahasil Nazara, yang mengaku belum menerima usulan skema terkait permintaan intervensi harga BBM non subsidi.

“Teman-teman ESDM itu yang atur harga. Saya belum lihat yang dimaksud seperti apa, nanti kami diskusikan yang dia mau bagaimana untuk penetapan harganya,” katanya.

Di pihak lain, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menegaskan kantornya belum pernah menggelar pembahasan terkait kebijakan campur tangan pemerintah untuk harga BBM bukan subsidi.

Menurut Iskandar saat ini inflasi masih terjaga dengan baik untuk mencapai target pemerintah pada kisaran 3-3,5 persen di akhir tahun. Sehingga kenaikan harga BBM bukan subsidi masih dalam batas wajar karena mengikuti perkembangan harga internasional.

Dia pun berpendapat pemerintah belum perlu membuat kebijakan overreactive karena inflasi bulanan yang 0,2 persen masih relatif normal. Secara keseluruhan, inflasi masih terkendali karena dalam tiga bulan baru mencapai 0,99 persen. Jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang sudah sekitar 1,3 persen di Januari.

“Jika alasan intervensi harga BBM nantinya karena inflasi dan daya beli, masih perlu dibicarakan lebih lanjut,” katanya. (Gadih)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*