Komisi 7 DPR Sebut Gross Split Indonesia Berbeda dengan Gross Split Global

19500
Komisi 7 DPR : Skema Gross Split Atau Cost Recovery Tidak Mutlak
Foto: cnnindonesia.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Skema Gross Split, yang menggantikan sistem Cost Recovery dalam industri hulu minyak dan gas bumi (migas) pernah digagas oleh Kardaya Warnika, mantan Kepala BP Migas, sepuluh tahun lalu. Namun skema Gross Split yang sekarang berbeda dengan apa yang pernah digagasnya.

Gross Split saat ini ibaratnya masakan rawon tapi ada rasa karedok, ada rasa rendang dan lain sebagainya,” kata Kardaya dalam satu diskusi pada Selasa (10/4/2018) di Jakarta. Gross Split yang berlaku di dunia global juga tidak seperti yang diterapkan di Indonesia.

Kalaupun BP telah mengambil skema Gross Split, kata Kardaya, BP berpikir ulang. “Karena setelah dipelajari terlalu jelimet,” kata Kardaya, mensinyalir pihak BP.

Dia juga tidak menampik bahwa skema Cost Recovery dianggap terlalu boros karena semua komponen diganti oleh negara. Karena itu, lanjutnya, muncul gagasan Gross Split.

Kendati demikian, Kardaya menyatakan bahwa penggagas Gross Split saat ini dianggap kurang mengerti persoalan yang sebenarnya tentang Gross Split.

Hal senada juga diungkapkan oleh Pri Agung Rakhmanto, Founder Reforminer Institute. “Gross Split yang diterapkan oleh Pertamina itu karena penugasan,” katanya. Dan tentu Pertamina tidak bakal berani untuk menolak. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*