Drilling Rigs AS Meningkat

7900
Konsumsi Listrik Lebaran Jawa-Bali Diprediksi Mencapai 16.000 MW
Foto : bisnis.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Ada kabar yang melaporkan bahwa oil drilling rigs di Amerika Serikat (AS) sedang meningkat 11 buah pada periode perhitungan sepekan yang berakhir, yaitu pada tanggal 6 April 2018. “Penambahan tersebut membuat total rigs mencapai 808, tertinggi sejak Maret 2015,” demikian laporan Baker Hughes, seperti dilansir Reuters, Selasa (10/4/2018).

Menurut Stephen Innes, pimpinan trading untuk Asia Pasifik di broker OANDA di Singapura, ekspor minyak AS telah melesat dalam beberapa bulan terakhir. “Lebih dari sekedar mengimbangi penyusutan suplai minyak akibat krisis ekonomi yang dialami Venezuela,” katanya.

Walaupun demikian, secara umum harga minyak tetap ditopang oleh permintaan minyak yang cukup sehat, serta kesepakatan pemangkasan produksi yang masih dijalankan oleh Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan sejumlah negara produsen lainnya.

Mengutip Antara, Selasa, (10/4/2018), patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, naik USD1,36 menjadi menetap di USD63,42 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni, bertambah USD1,54 menjadi ditutup pada USD68,65 per barel di London ICE Futures Exchange.

Pasar minyak terpukul keras pekan lalu di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia, dengan harga minyak New York dan Brent jatuh hampir dua persen pada Jumat lalu.

Sementara itu, harga minyak juga didukung oleh pelemahan dolar AS pada Senin, karena greenback yang lebih lemah membuat minyak yang dihargakan dalam dolar AS lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,31 persen menjadi 89,826 di akhir perdagangan. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*