Masuknya Gelombang Dana Investasi Asing, Dorong Terlaksananya IPO Saudi Aramco

4400
Masuknya Gelombang Dana Investasi Asing, Dorong Terlaksananya IPO Saudi Aramco
Foto: kompas.com

RIYADH (INDOPETRONEWS) – Bursa saham Arab Saudi mengharapkan masuknya dana asing untuk memperlancar proses pencatatan (listing) perusahaan minyak nasional (NOC), Saudi Aramco, meskipun beberapa pihak ada yang mengkhawatirkan apakah pasar dapat menyerap tawaran besar tersebut.

“Investor asing menaruh uang yang lebih banyak, setiap hari kami harus memperbaiki kapasitas liquiditas,” kata CEO Bursa Arab Saudi, Khalid al-Hussan, dikutip Reuters, Minggu (8/4/2018).

Pemerintah berencana untuk menjual sekitar lima persen saham Aramco, berharap untuk menaikkan sekitar US$100 miliar atau lebih dari initial public offering (IPO) terbesar di dunia ini. Para pejabat bahwa selain Riyadh, Aramco dapat mendaftar di satu atau lebih bursa saham asing seperti New York, London, dan Hong Kong.

Beberapa analis swasta berpikir target US$100 miliar ini kelewat ambisius. Mereka berpendapat, bahkan US$50 miliar sudah menekan pasar Saudi yang memiliki kapitalisasi sekitar US$500 miliar – terutama jika beban tidak dibagi pada bursa asing.

IPO terbesar Arab Saudi sejauh ini, penjualan saham National Commercial Bank 1180.SE di 2014, hanya senilai US$6 miliar. Pada Januari tahun ini, dewan penasihat pemerintah meminta regulator sekuritas mempelajari apakah IPO Aramco mungkin akan mengguncang pasar.

Namun Hussan bersikeras bahwa bursa Saudi telah sepenuhnya siap untuk menangani IPO Aramco jika diperlukan, dari segi teknis maupun regulasi. Dia mengatakan bahwa investor asing tidak diperbolehkan untuk membeli saham secara langsung di penawaran National Commercial Bank. Kini, peraturan-peraturan tersebut telah diganti untuk memperbolehkan pihak asing untuk ikut serta dalam IPO lokal.

Dia juga mengatakan bila keputusan penyusun index ekuitas FTSE Russel bulan lalu untuk meningkatkan Arab Saudi ke status pasar yang sedang muncul, dan keputusan serupa yang diharapkan oleh para manajer dana MSCI pada Juni, akan menarik miliaran dolar uang asing ke pasar lokal.

Bank investasi regional EFG Hermes mengestimasi Arab Saudi akan dapat melihat arus masuk sebesar US$30 miliar hingga US$45 miliar dalam dua tahun ke depan jika mencapai tingkat kepemilikan asing pasar di negara tetangga Uni Emirat Arab dan Qatar.

Beberapa dana asing sudah masuk dalam bursa Saudi sebagai antisipasi dampak postif dari keputusan FTSE dan MSCI. Investor asing, termasuk institusi asing berkualitas (QFI), telah membeli saham tiap minggunya sejak tahun ini, dengan total US$2,17 miliar.

“Yang kita lihat sejak awal tahun, dari partisipasi investor asing dan masuknya uang asing dan beberapa pendaftaran QFI di pasar ini memberi status yang sangat nyaman untuk kita,” kata Hussan. (Gadih)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*