Dirjen Migas Diminta Turunkan Tim Audit Teknis Bocornya Pipa Lawe Lawe Pertamina

65200
Dirjen Migas Diminta Turunkan Tim Audit Teknis Bocornya Pipa Lawe Lawe Pertamina
Foto : netralnews.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Peristiwa tumpahnya minyak Pertamina di Teluk Balikpapan, Kalimantan akhir pekan lalu menyisakan tanda tanya besar. Pasalnya, ada sesuatu masalah yang belum terungkap.

Menurut Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman, berdasarkan data-data yang diperoleh bahwa CDU 4 Kilang Balikpapan yang beroperasi dengan kapasitas 20% (close circulation) menunjukkan tidak ada supply minyak mentah dari Lawe Lawe. “Apakah ini menjadi indikasi sumber masalah di teluk Balikpapan?,” ungkap Yusri, Rabu (4/4/2018) di Jakarta.

Dia menyatakan, diduga pipa bawah laut yang bocor di Teluk Balikpapan berasal dari tangki minyak mentah Lawe Lawe ke kilang Pertamina masuk dalam proyek RDMP menggunakan tipe pipa spiral. “Jika informasi ini mengandung kebenaran maka sangat potensi “leak” di sambungan karena tIpe spiral tidak kuat untuk “high pressure“, katanya.

Oleh sebab itu, Yusri minta Dirjen Migas harus menurunkan tim audit teknis untuk mengaudit sistem pipa bawah laut dari tangki Lawe Lawe ke Kilang Balikpapan.

Seperti diberitakan, kebakaran di perairan Teluk Balikpapan berhasil diatasi oleh Pertamina RU V, pada Sabtu (31/3/2018). Api yang mulai timbul sekitar pukul 11.00 WITA berhasil ditanggulangi pada pukul 12.00 WITA. Berkoordinasi dengan BPBD Balikpapan, Chevron, dan Pertamina Hulu Mahakam, Pertamina berhasil memadamkan kebakaran dalam waktu singkat dan mencegah meluasnya kebakaran ke area lain.

“Pertamina mengucapkan terima kasih seluruh pihak yang telah bekerjasama dalam penanggulangan ini dan menghimbau masyarakat agar tidak panik,” kata Yudi Reman, Region Manager Communication and CSR Pertamina Kalimantan, Minggu (1/4/2018). Adapun dugaan sumber dan penyebab ceceran dan kebakaran masih dalam tahap investigasi.

Dalam upaya tersebut, katanya, Pertamina juga menurunkan penyelam di Teluk Balikpapan. “Untuk saat ini kami masih fokus pada penanggulangan dampak,” kata Yudi. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*