Pengamat Sebut Belum Ada Kepastian Regulasi Hulu Migas

22800
Pengamat Sebut Belum Ada Kepastian Regulasi Hulu Migas

JAKARTA (INDOPETRO)- Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) membutuhkan kepastian agar bisa tumbuh dan berkembang. Tanpa ada kepastian jangan diharapkan industri yang sarat modal dan teknologi tinggi ini dapat berkembang.

“Faktanya, hingga saat ini industri hulu migas belum ada kepastian. Dan buktinya belum dimasukkan dalam regulasi tax holiday yang dikeluarkan kementerian keuangan,” kata Yustinus Prastowo, Direktur Eksekutif Center of Indonesia Taxation Analisys (CITA) dalam satu diskusi pada Rabu (4/4/2018) di Jakarta.

Selain belum masuk 17 tax holiday, industri hulu migas juga belum diberikan insentif. Misalnya, insentif tambahan pajak offshore, insentif untuk lapangan marginal maupun lapangan baru.

Dengan situasi tersebut, Yustinus berharap pemerintah jangan mengejar revenue oriented tetapi memberi kelonggaran agar investor migas. “Menciptakan kepastian yang lebih penting,” katanya. Apalagi para pemain industri hulu migas tidak banyak dan mudah untuk memberi insentif.

Sedangkan Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro menyatakan bahwa regulasi hulu migas belum stabil. “Misalnya ada aturan-aturan yang selalu berubah padahal baru diterbitkan. Sebut saja soal Gross Split,” kata Komaidi. Disamping itu, perizinan dan kebijakan fiskal yang tidak berpihak.

Dia juga mengutarakan bahwa selayaknya Gross Split berlaku optional bukan mandatory. Walaupun demikian, Komaidi mengakui, skema Gross Split yang menggantikan rejim Cost Recovery telah laku. “Ada peminatnya, 5 operator. Tetapi harus dilihat hal itu baru komitmen awal belum realisasi,” katanya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*