Beri Kelonggaran Pengelola Sampah Jadi Listrik

29600
Presiden Teken Perpres Pengelolaan Sampah Listrik
PLTSa Putri Cempo di Solo, Jawa Tengah. Foto: sindonews.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Kementerian ESDM, berkontribusi atas pengelolaan sampah pada bagian pengaturan harga jual listrik Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan menugaskan Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pembeli listrik.

Atas dasar tersebut, Menteri ESDM Ignasius Jonan meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk lebih proaktif dalam mengelola sampah. Apabila berkenan membangun pembangkit listrik berbasis sampah, Jonan berharap Pemda memberikan kelonggaran pada aturan tipping fee “Mohon proaktif dan tipping fee nya dikasih, sehingga (PLTSa) bisa jalan. Karena kepentingan kota itu yang lebih adalah lingkungan yang bersih dan sehat,” tegas Jonan, Selasa (3/4/2018) di Jakarta.

Walaupun demikian, Jonan tetap mendorong semua kota besar di Indonesia agar iuran pengelolaan sampah dimanfaatkan untuk kelistrikan. “Saya mendorong semua kota besar agar pengelolaan sampah bisa menjadi listrik dengan syarat tipping fee nya dikasih,” tandasnya.

Untuk diketahui, sektor kelistrikan terus meningkat di mata investor. Berdasarkan peringkat kemudahan berbisnis yang dilakukan oleh World Bank (ease of doing business) bidang kelistrikan, peringkat Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahun dimana tahun 2017 peringkat 49 menjadi peringkat 38 di tahun 2018. “Target akhir Pemerintahan ini, diupayakan bisa dibawah 25,” tandasnya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*