PetroChina Pastikan akan Kembali Kelola Blok Tuban

35500
Jika Tidak Ada Temuan Baru, Minyak Indonesia Habis Tahun 2050
Foto : offshoreenergytoday.com

JAKARTA (INDOPETRO)- PetroChina sepakati bagian hak kelola Blok Tuban, Jawa Timur, sebesar 11,25 persen yang ditawarkan pemerintah. Dengan demikian, perusahaan ini akan menjadi mitra PT. Pertamina (Persero) untuk mengelola kembali blok tersebut.

Vice President Supply Chain Management & Operation Support PetroChina Gusminar mengatakan telah berdiskusi dengan manajemen Pertamina untuk menindaklanjuti hal tersebut. “Posisi kami secara umum akan diambil,” katanya di Jakarta, Senin (2/4/2018).

Besar porsi hak kelola ini dicantum dalam surat tertanggal 15 Maret 2018 yang diteken Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Ego Syahrial atas nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Di mana pada kontrak baru ini, Pertamina atau afiliasinya mendapat 78,75 persen di Blok Tuban. Sementara Badan Usaha/Badan Usaha Tetap eksisting yang berminat mendapatkan 11,25 persen. Sisanya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mendapatkan 10 persen, sebagai Participating Interest.

“Draf kontrak sudah jadi. Kami ada di posisi 11,25 persen,” kata Gusminar.

Dia mengatakan pihaknya tidak keberatan dengan nilai bonus tanda tangan yang sudah ditentukan sebelumnya pada kontrak Gross Split tersebut. Besar bonus tanda tangan mencapai US$ 5 juta, di mana setengahnya akan dibayarkan oleh Pertamina.

Kontrak Blok Tuban  pertama kali diteken pada 29 Februari 1988, lokasinya berada di daratan (onshore) Jawa Timur. Di blok ini, Pertamina dan PetroChina membentuk badan operasi bersama bernama Joint Operating Body Pertamina PetroChina East Java (JOB PPEJ). Saat ini  kontrak Blok Tuban berstatus perpanjangan sementara. Perpanjangan tersebut dimulai sejak 1 Maret 2018 hingga 1 September 2018. Perpanjangan ini menunggu kontrak baru diteken. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*