Pengeboran Minyak AS Turun

34000
Konsumsi Listrik Lebaran Jawa-Bali Diprediksi Mencapai 16.000 MW
Foto : bisnis.com

SINGAPURA (INDOPETRO)- Dikabarkan bahwa jumlah pengeboran di Amerika Serikat (AS) menunjukkan penurunan dalam data per pekan. Di sisi lain, makin menguat pula tanda-tanda AS akan mangkir dari kesepakatan nuklir Iran dan menerapkan sanksi atas negara produsen minyak terbesar kedua OPEC itu lagi.

“Pasar minyak terus menerus gelisah mengenai apakah pemerintah AS akan mempertahankan atau membatalkan kesepakatan nuklir dengan Iran,” kata Stephen Innes dari OANDA Singapura, seperti dilansir Reuters, Senin (2/4/2018).

Selain itu, harga minyak juga didukung oleh laporan mingguan yang menyebutkan terjadinya penurunan aktivitas pengeboran minyak di Amerika Serikat.

Pada Jumat dini hari (WIB), Baker Hughes melaporkan, jumlah sumur pengeboran (oil drilling rigs) menurun sebanyak 7 ke angka total 798 dalam periode sepekan yang berakhir pada (29/3/2018). Ini merupakan penurunan pertama dalam tiga pekan terakhir, dan menjadi kabar baik bagi pelaku pasar sebelum libur Paskah yang berlangsung hingga hari Senin ini. Data periode berikutnya akan dipublikasikan pada akhir pekan. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*