Pemda Layak Dorong EBT Lebih Masif

37800
Presiden Teken Perpres Pengelolaan Sampah Listrik
PLTSa Putri Cempo di Solo, Jawa Tengah. Foto: sindonews.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyampaikan bahwa pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan target bauran sebesar 23% pada tahun 2025 merupakan komitmen pemerintah yang juga tertuang dalam Paris Agreement pada 2015.

Sampah kota yang dapat diolah menjadi listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) juga merupakan bagian dari pengembangan EBT. Namun, Pemerintah Daerah (Pemda) memiliki peran penting dan tanggung jawab dalam pengelolaan sampah kota, termasuk mendorong agar pembangunan PLTSa bisa lebih masif.

Selain itu, Menteri Jonan juga menyampaikan bahwa konsep pengelolaan energi saat ini telah berubah bahwa energi tidak lagi hanya sebagai komoditas semata namun sebagai modal pembangunan.

“Peran energi sekarang itu bukan hanya komoditas, tapi sebagai modal pembangunan,” kata Jonan, Selasa (3/4/2018) di Jakarta.

Jonan menjelaskan proyeksi kebutuhan listrik nasional semakin meningkat dari tahun ke tahun. “Dalam 10 tahun, konsumsi listrik per kapita naik dua kali lipat,” ujar Jonan.

Untuk itu, pemerintah berkomitmen mendorong rasio elektrifikasi nasional sebesar 100% dan menargetkan bauran energi berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) di tahun 2025 mencapai 23%.

Ihwal pengelolaan sampah sebagai pembangkit listrik dari sektor EBT, Jonan menegaskan bahwa isu sampah kota bukan merupakan isu utama energi, melainkan isu lingkungan. “Ini bukan isu energi yang dipertanggungjawabkan kepada kami sebagai penanggung jawab sektor. Sampah ini lebih kepada isu daerah, isu lingkungan,” tegas Jonan.

Kementerian ESDM, imbuh Jonan, berkontribusi atas pengelolaan sampah pada bagian pengaturan harga jual listrik PLTSa dan menugaskan Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pembeli listrik. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*