Inilah Tantangan Pengembangan EBT

26700
MITI : Kebijakan EBT Pemerintahan JKW-JK Berubah-ubah

JAKARTA (INDOPETRO)- Salah satu patokan berkembang atau mandeknya Energi Baru Terbarukan (EBT) dapat ditelisik dari harga keekonomiannya. Semakin ekonomis satu EBT maka makin pula dapat berkembang. Bagaimana gambaran harga EBT, khususnya energi surya, di Tanah Air?

“Untuk PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) Cirata harga dipatok sebesar 6,5 sen USD/kWh,” kata Budi Mulyono, Senior Manager Energi Baru Terbarukan PT. PLN (Persero) pada media, Selasa (3/4/2018) di Jakarta.

Sedangkan PLTS di beberapa negara lainnya cenderung lebih terjangkau. Pemerintah India menjual PLTS dengan harga jual sebesar 4 sen USD/kWh. “Di Denmark harga jual listrik PLTS sebesar 4 sen USD/kWh,” kata Herman Khaeron, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI.

Di Mexico harga listrik PLTS lebih murah lagi. “Mexico menetapkan harga jual listrik PLTS sebesar 2 sen/kWh,” kata Herman seraya mengimbuhkan, Chile pun lebih fantastis lagi dengan menetapkan harga sebesar 1.7 sen USD/kWh.

Selain harga, pengembangan EBT juga masih terkendala beberapa masalah. Permasalahan dari masing-masing sumber pembangkit energi terbarukan bermacam-macam sesuai dengan karakteristiknya. Misalnya, pembangkit listrik panas bumi mengalami permasalahan pembebasan lahan, ada juga permasalahan pungutan yang tidak diduga sehingga menambah besar beban investasi. “Ujung-ujungnya harga EBT ke konsumen jadi mahal,” kata Herman.

Disisi lain, harga energi primer sangat teragantung pada fluktuasi harga bahan baku di dunia. Misalnya, batubara yang saat ini harganya 102 USD/ton dan terus mengalami perubahan.(Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*