DSNG Kaji Pembangunan PLTB

17300
DSNG Kaji Pembangunan PLTB

JAKARTA (INDOPETRO)- PT Dharma Satya Nusantara Tbk (“Perseroan”, “DSNG”) pada 2018 akan membangun satu Pabrik Kelapa Sawit (PKS) baru di Kalimantan Barat. Hal ini seiring dengan bertambahnya tanaman yang menghasilkan di provinsi tersebut. PKS berkapasitas 30 ton per jam tersebut merupakan PKS pertama Perseroan yang berlokasi di Kalimantan Barat.

Dengan beroperasinya PKS itu, total kapasitas PKS Perseroan akan mencapai 480 ton per jam. “Perseroan juga sedang melakukan kajian untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTB) di Kalimantan Timur,” kata Direktur Utama (Dirut) Perseroan, Andrianto Oetomo, pada sejumlah media, Senin (2/4/2018) di Jakarta. Upaya ini adalah wujud komitmen Perseroan dalam mengembangkan perkebunan kelapa sawit dan energi secara berkelanjutan.

Lebih jauh Andrianto mengemukakan terkait keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tentang persetujuan untuk memberikan dividen tunai kepada para pemegang saham sebesar Rp 104,6 miliar atau Rp 10 per saham. Jumlah dividen yang dibagikan tersebut sebesar 18% dari total laba bersih Perseroan pada tahun 2017 yang mencapai Rp 585,2 miliar.

Selanjutnya RUPST memberikan kewenangan kepada Direksi Perseroan untuk melaksanakan pembagian dividen tersebut dengan memperhatikan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dividen akan dibayarkan selambat-lambatnya 30 hari setelah pengumuman ringkasan Risalah RUPST.

Setelah penyelenggaraan RUPST, Perseroan melakukan Public Expose yang dihadiri jajaran manajemen Perseroan. Dalam Public Expose tersebut dipaparkan kinerja operasional dan finansial Perseroan selama tahun 2017 dan rencana tahun 2018.

Andrianto menjelaskan, pada 2017 Perseroan mencatat kinerja 2017 yang cukup menggembirakan setelah tahun sebelumnya mengalami penurunan akibat dampak lanjutan El-Nino.

Jumlah Tandan Buah Segar (TBS) yang diproduksi Perseroan sebanyak 1,6 juta ton, meningkat 42% dibandingkan  tahun sebelumnya. Sedangkan produksi CPO Perseroan juga meningkat 29% menjadi 403,6 ribu ton, dengan harga jual rata-rata minyak sawit Perseroan pada 2017 tercatat sebesar Rp 8,1 juta per ton, naik sekitar 8% dibandingkan 2016.

Sampai dengan 31 Desember 2017, Perseroan memiliki 13 kebun dan 7 pabrik kelapa sawit dengan total kapasitas 450 ton TBS per jam serta 1 Kernel Crushing Plant yang memproduksi Palm Kernel Oil (PKO) dengan kapasitas 200 ton per hari.  Jumlah kebun menghasilkan (mature area)  sampai akhir 2017 mencapai 72.345 hektar dari total lahan tertanam sebanyak 90.288 hektar.

Andrianto menambahkan membaiknya operasional kebun tersebut memberikan dampak positif pada kinerja finansial Perseroan. Pada 2017, Perseroan mencatat kenaikan penjualan sebesar  33% menjadi Rp 5,2 triliun.

Dari jumlah penjualan tersebut, segmen usaha kepala sawit memberikan kontribusi  83%, sedangkan sisanya dari produk kayu. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*