BPH Migas Jangan Lepas Tangan Soal Kelangkaan BBM

45000
Rencana Perubahan PP 23/2010 Seperti Operasi Intelijen
Foto: energyworld.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Maraknya aksi demonstrasi mahasiswa di beberapa daerah atas kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan. Salah satunya dari Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman.

Menurutnya, ada ketidaktegasan pernyataan pemerintah. “Ada yang kurang tegas di pernyataan pemerintah, ‘Selain BBM Premium dan Solar tidak naik, harus pula dijamin ketersediannya di SPBU diluar Jamali’ (Jawa Madura dan Bali). Hal ini sesuai Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014,” kata Yusri pada wartawan, Kamis (29/3/2018) di Jakarta. Dengan demikian, rakyat yang kurang mampu akibat beban ekonomi, tidak terjebak membeli BBM Pertalite dan lain semacamnya.

“Menjadi tugas dan tanggungjawab BPH Migas untuk mengontrol agar BBM Solar, Minyak Tanah dan Premium tidak digunakan oleh kalangan industri,” tegasnya.

Sebab BPH Migas (Badan Pengatur Hilir Migas) juga ikut bertanggung jawab secara moral. “BPH Migas jangan cuci tangan dengan kelangkaan BBM,” kata Yusri. Sebab institusi ini, lanjut Yusri, turut menikmati iuran per-liter BBM yang dibayarkan oleh rakyat. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*