Holding Migas Sejatinya Tingkatkan Suplai Gas Domestik

8100

JAKARTA (INDOPETRO)- Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) minyak dan gas bumi (migas) diharapkan dapat meningkatkan berbagai hal. Selain efisiensi dan peningkatan aset dalam tata kelola, holding migas harus bisa meningkatkan suplai gas domestik.

“Ada efektivitas dan efisiensi distribusi gas serta terjadi optimalisasi infrastruktur gas,” kata Toto Pranoto, Direktur Eksekutif LM FEB UI dalam satu diskusi, Senin (26/3/2018) di Jakarta. Di samping itu, terjadi peningkatan kapasitas investasi.

Bila semua hal tersebut tidak terjadi maka yang ada adalah akuisisi saja. “Bukan holding BUMN migas tetapi akuisisi PT PGN oleh Pertamina,” katanya.

Menurutnya holding migas sejatinya dapat membawa peningkatan value tata kelola migas hulu dan hilir. Disamping itu meningkatkan kekuatan daya saing Pertamina.

“Caranya, harus pemerintah lepaskan dulu kepemilikan PT PGN ke Pertamina jadi keseluruhan 57% milik pertamina, sisanya milik publik,” katanya.

Harapannya, lanjut Toto, mampu menciptakan value creation, yang angkanya mencapai 942 Triliun nilai aset Holding.

“Keinginan pemerintah dengan membentuk holding migas leverage hulu hilir bukan hanya minyak tapi gas,” imbuhnya. Keuntungan paling besar dari holding migas adalah peningkatan suplai gas domestik karena baik Pertagas dan PGN dapat melakukan konsolidasi. Secara otomatis lebih jelas berapa gas yang dieksploitasi dan didistribusikan,” ujarnya.

Kalau saat ini lebih berkompetisi dan pemborosan masing masing karena membangun pipa gas juga sendiri-sendiri. Ujungnya, imbuh Toto, holding migas mampu mewujudkan dan meningkatkan ketahanan energi selain adanya aksesibilitas, acceptability karena pemanfaatan gas sebagai energi ramah lingkungan. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*