Terduga Korupsi Investasi Pertamina, Kejagung Periksa Direktur PHE

36700
Terduga Korupsi Investasi Pertamina, Kejagung Periksa Direktur PHE

JAKARTA (INDOPETRO) – Direktur Keuangan  PT Pertamina Hulu Energi, Hezairil, diperiksa penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pisdus) sebagai saksi dugaan korupsi investasi badan BMG) Australia pada 2009 yang merugikan negara hingga Rp 568 miliar.

“Saksi dalam pemeriksaan menerangkan proses pembayaran investasi oleh PT Pertamina (Persero) di Blok Basker Gummy (BMG) Australia,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M Rum di Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa 67 saksi dalam kasus tersebut. Kejagung telah menetapkan BK, mantan Manager Merger & Acquisition (M&A) Direktorat Hulu Pertamina berdasarkan Surat Perintah Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor TAP-06/F.2/Fd.1/01/2018 pada 23 Januari 2018.

Kasus bermula saat Pertamina melakukan akuisisi (investasi non rutin) berupa pembelian sebagian asset (Interest Participating/IP) milik ROC Oil Company Ltd di lapangan BMG Australia pada 2009. Hal ini didasari oleh “Agreement for Sale and Purchase-BMG Project” pada 27 Mei 2009.

Kemudian selama pelaksanaannya ditemui adanya dugaan penyimpangan dalam pengusulan investasi yang tidak sesuai dengan Pedoman Investasi dalam pengambilan keputusan investasi tanpa adamya “Feasibility Study” berupa kajian secara lengkap (akhir) atau “Final Due Dilligence”.(Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*