Warga PPU Lawan Putusan Menteri ESDM Soal Blok Eastkal

38000
Warga PPU Lawan Putusan Menteri ESDM Soal Blok Eastkal
Foto : kaltimpost.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dengan memberikan Blok East Kalimantan (Eastkal) ke Pertamina HE dikhawatirkan akan memicu terjadinya kemarahan rakyat Penajam Paser Utara (PPU). Pasalnya, Menteri ESDM telah berkali-kali disurati oleh Bupati PPU tetapi tidak pernah digubris. Bahkan Pertamina HE yang sudah menyatakan mundur kembali tertarik mengelola Blok Eastkal tersebut.

Sekjen Gerakan Rakyat Kaltim Bersatu (GRKB), Riduan mengatakan akan membuat blokade lokasi bersama masyarakat PPU. “Kalau perlu seluruh masyarakat Penajam bersama GRKB menyetop operasional Eastkal yang ada di Penajam,” kata Riduan pada sejumlah media, Rabu (21/3/2018) di Jakarta. Keputusan Pemerintah Pusat melalui Menteri ESDM sangat melukai perjuangan masyarakat Penajam dan Kaltim secara umum.

“Bayangkan, Blok Eastkal ini blok sisa kok masih ingin diperas oleh Pertamina. Padahal Pertamina sudah mendapat Blok Mahakam dan kami juga yang berjuang mendukung Pertamina. Sekarang Blok Eastkal lagi yang dirampok Pertamina,” tegasnya.

Di tempat terpisah Dirut Perusda Benuo Taka Wahdiat Alghazali menyayangkan keputusan sepihak ini tanpa melibatkan daerah. Menurut Wahdiat, Perusda Benuo Taka sudah menyiapkan dana untuk biaya operasi pengelolaan Blok EastKal ini.

“Kami sudah berupaya memperjuangkan dan menyiapkan kapital, tetapi keputusan ini sangat menyakitkan kami. Apalagi blok ini sudah masuk dalam Slot Declining Phase kok masih ingin direbut dengan sekelas Pertamina. Kenapa kami orang daerah yang mempunyai kemampuan, tidak diberi kesempatan menikmati sumber daya alam migas di daerah kami, untuk kesejahteraan rakyat Penajam,” imbuhnya.

Komisi VII juga sudah mendukung Kabupaten PPU melalui Perusdanya mengelola Eastkal ini. Menurut Ihwan Datu Adam, Pertamina sudah setuju melepas 1 blok dari 8 Blok yang akan berakhir dikelolanya.

Keputusan Menteri ESDM melalui Plt. Dirjen Migas ini sepertinya akan menimbulkan perlawanan dari seluruh stakeholder Penajam Paser Utara.

Riduan, menambahkan lagi, keputusan ini pasti akan berbuntut panjang dan kamipun akan berpikir ulang untuk mendukung Jokowi pada 2019 mendatang. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*