Pengeboran Minyak AS Capai Level Tertinggi

26500
Konsumsi Listrik Lebaran Jawa-Bali Diprediksi Mencapai 16.000 MW
Foto : bisnis.com

SINGAPURA (INDOPETRO)- Kenaikan jumlah sumur pengeboran minyak (oil drilling rigs) di Amerika Serikat (AS) sangat tinggi. Berdasarkan data yang dirilis oleh Baker Hughes pada Sabtu dini hari, rig count naik dari 796 ke 800 buah dalam periode sepekan yang berakhir pada 16 Maret 2018.

Sebagai catatan, data Baker Hughes dikenal sebagai indikator awal untuk output minyak Amerika Serikat. Dalam kondisi output minyak AS saat ini yang telah mencapai level tertinggi hingga melampaui Arab Saudi. Peningkatan aktivitas pengeboran dikhawatirkan akan menggagalkan upaya OPEC dan Rusia untuk mendongkrak harga dan menandakan kembalinya limpahan surplus (oversupply) dalam pasar minyak global. Apalagi, rekor 800 mewakili angka tertinggi sejak medio 2015,ketika harga minyak jatuh ke kisaran USD50 per barel.

Walaupun demikian, sejumlah analis masih optimis akan prospek harga Minyak ke depan, karena kuatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

“Terlepas dari berita-berita bearish tentang pasokan minyak shale AS, harga minyak (akan) tetap kokoh karena AS diperkiraka menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran terus meninggi,” kata Stephen Innes dari OANDA Singapura pada Reuters, Selasa (20/3/2018). (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*