PLN Tandatangani MoU dengan 2 BUMN Industri Semen

36200
PLN Tandatangani MoU dengan 2 BUMN Industri Semen

JAKARTA (INDOPETRO)- PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) industri semen bekerja sama dalam pengelolaan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA), produk sampingan PLN. Kerja sama ini bertujuan untuk mengurangi limbah yang akan merusak lingkungan.

Pekan lalu, PLN bersama PT Semen Indonesia (Persero) dan PT Semen Baturaja (Persero) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta. Penandatanganan ini disaksikan oleh Deputi Menteri Bidang Usaha Energi, Listrik, Kawasan dan Pariwisata, Edwin Hidayat Abdullah.

Dalam kerja sama ini nantinya FABA, yang merupakan gypsum, dari PLN akan dipasok ke kedua BUMN untuk dijadikan bahan semen. Setelah diproses, produk turunan ini kemudian dijadikan salah satu bahan untuk pembangunan gedung pencakar langit, jalan tol, dan jembatan layang. Disebutkan fly ash mampu menggantikan sampai 30 persen semen portland dengan kualitas dan ketahanan jauh lebih baik.

“Selama ini kami biasanya memasok FABA ini ke pabrikan semen non-BUMN, jadi kami berpikir untuk mengembangkannya dengan cara bekerja sama dengan saudara sendiri (sesama BUMN). Diharapkan dengan kerja sama ini selain bisa memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, terpenting adalah bisa mensupport lingkungan,” kata Direktur Human Capital Management PLN, Muhammad Ali.

Ali menambahkan bottom ash bisa digunakan oleh pabrik semen pada proses produksi awal. Sedangkan fly ash, bisa dicampurkan pada produk akhir semen. “Perusahaan semen kan harus ambil kapur dari gunung. Nah, kalau pakai dari bottom ash-nya akan mengurangi penggunaan kapur dari gunung. Kalau itu bisa dimanfaatkan dengan bagus, tadi 5,2 juta ton/tahun (FABA) pasti akan membantu kelestarian lingkungan,” katanya.

Di kesempatan  yang sama, Edwin Abdullah menjelaskan kerja sama ini dilakukan dalam rangka menwujudkan sinergi di bidang usaha energi, logistik, kawasan, dan pariwisata. Di mana BUMN yang berperan strategis dalam pembangunan nasional menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional yang menggerakkan pembangunan dan ekonomi kerakyatan.

“Semoga implementasi kerja sama ini dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk kontrak-kontrak yang lebih konkret dan dapat memunculkan lebih banyak bentuk sinergi antar BUMN dan anak perusahaan BUMN,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*