KTI Masih Kekurangan Pasokan Gas

27700
KTI Masih Kekurangan Pasokan Gas
Foto: kompasiana.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Pemerintah pusat diminta untuk dapat secara all out membantu pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), utamanya di Kawasan Indonesia Timur (KTI).

“Ada kendala dalam pembangunan KEK Morotai masih minim infrastruktur, mulai dari akses air, listrik, sampai pasokan gas. Dan bandaranya juga dinaikkan status nya menjadi bandara internasional. Jadi, kalau mau jadi KEK jangan setengah-setengah. Apa kebutuhan KEK, disiapkan. BUMN-BUMN pemasok gas dan energi dan swasta dikerahkan ke sana. By design saja semua,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Timur H.Andi Rukman Karumpa pada sejumlah media, Senin (19/3/2018) di Jakarta.

Oleh karena itu, pihaknya meminta investor di KEK tidak perlu minta izin pemerintah pusat untuk ekspor dan impor.

Jika kebijakan tersebut dilakukan bakal memicu geliat KEK, khususnya di KTI. “Tentu akan sangat membantu pengembangan KEK di KTI. Kadin sangat mendukung,” ujar Andi.

Andi mengatakan, salah satu alasan investor enggan berinvestasi di KEK karena rumitnya perizinan ekspor-impor di Jakarta (Pusat). Jakarta juga tidak terlalu paham kebutuhan di wilayah KEK tersebut. Padahal, yang paling paham akan kebutuhan impor bahan baku di suatu kawasan adalah investor itu sendiri. “Mereka juga bisa mengatur sendiri ritme impor dan ekspor di kawasan itu. Akan lebih fleksibel. Tidak birokratis dan tidak bertele-tele,” ujar Andi.

Sebagai catatan, Kementerian Perdagangan siap mendelegasikan kewenangan perizinan terkait ekspor dan impor kepada empat KEK. Keempatnya yakni KEK Bitung, KEK Maloy Batuta, KEK Tanjung Api-Api, serta KEK Morotai. Beberapa perizinan yang didelegasikan, diantaranya pemberian Angka Pengenal Impor hingga persetujuan ekspor dan impor komoditas tertentu sesuai dengan karakteristik KEK yang beroperasi itu sendiri. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*