Geo-Flow Imaging Dongkrak Keekonomian Geothermal

27200
ESDM Tawarkan PLN Lima WK Panas Bumi Baru
Foto: mmindustri.co.id

JAKARTA (INDOPETRO)- Peran teknologi dalam pengeboran energi geothermal (panas bumi) sangat menentukan untuk meningkatkan keekonomian pengembangan energi ramah lingkungan ini.

Untuk itu, pada akhir pekan lalu, Badan Litbang Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM mengundang pakar teknologi dari IESE (Institute of Earth Science and Engineering) dari Selandia Baru, Peter Leary, yang mengembangkan teknologi Geo-Flow Imaging.

Geo-Flow Imaging adalah teknologi dan metodologi terbaru untuk memetakan sistem panas bumi secara lebih akurat dengan biaya pengeboran yang bisa lebih efisien secara signifikan.

Menurut Peter, teknologi pencitraan arus geo ini dapat memberikan hasil identifikasi sumber energi panas bumi yang lebih baik dan efektif dalam proses pembebanan. “Geo-Flow Imaging juga akan memberikan proses terbaik dan hemat biaya untuk mengidentifikasi sumber energi panas bumi yang layak dieksploitasi,” katanya.

Peter mengutarakan, hal itu akan mengurangi biaya eksplorasi dan pengeboran sumur geothermal yang lebih murah, lebih cepat dan lebih baik. “Dengan Geo-Flow Imaging ini juga akan mengurangi risiko, dan meningkatkan peluang balik modal lebih cepat,” ungkap Peter.

Menurut alumnus Universitas Chicago ini, metode ini sebelumnya telah sukses diaplikasikan pada eksplorasi minyak dan gas bumi (migas). Dengan beberapa modifikasi, Geo-Flow Imaging telah sukses pula diterapkan di panas bumi.

Peter telah menulis 50 makalah di berbagai media massa dan 50 karya ilmiah di beberapa jurnal internasional tentang deformasi kerak, pengamatan seismik dan instrumentasi, dan simulasi aliran perkolasi pada media retak kritis untuk aplikasi ke industri panas bumi.

Sedang Kepala Badan Litbang ESDM, Sutijasto mengatakan hampir 70% investasi panas bumi adalah untuk pengembangan hulu. “Investasi hulu didominasi biaya sumur yang berkontribusi mendekati 80 persen. Artinya peran teknologi pengeboran terdepan sangat krusial untuk meningkatkan keekonomian pengembangan energi panas bumi,” ujarnya.

Ia berharap para peneliti setelah mendapat wawasan baru ini, dapat mengembangkan beberapa teknologi inovatif yang dapat mengurangi biaya dalam pengeboran panas bumi untuk mendukung tersedianya energi yang berkelanjutan dan terjangkau di Indonesia. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*