EBT Selayaknya Masuk BPS

34000
MITI : Kebijakan EBT Pemerintahan JKW-JK Berubah-ubah

JAKARTA (INDOPETRO)- Energi Baru Terbarukan (EBT) atau renewable energy sejatinya dapat masuk dalam data nasional yang disajikan secara rutin oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Pasalnya, EBT telah menjadi tanggung dunia global dalam pengendalian perubahan iklim.

Hal tersebut menjadi salah satu poin pembicaraan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, dalam penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian ESDM dengan BPS terkait Penyediaan, Pemanfaatan, Serta Pengembangan Data dan Informasi Statistik Bidang ESDM, Jumat (16/3) di Jakarta.

“Statistik tentang renewable energy menjadi bagian yang harus masuk dalam laporan secara nasional kita karena ini tanggung jawab bersama secara global dan kita mendukung upaya pengendalian perubahan iklim. Jadi saya pikir ini ada renewable energy accounting saya kira perlu masuk,” kata Jonan. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala BPS Suhariyanto.

Menteri Jonan juga meminta kepada BPS untuk memperluas definisi statistik rasio elektrifikasi dengan memperhitungkan jaringan off grid dan independent grid (untuk daerah yang tidak bisa dijangkau oleh PLN), masuk dalam data rasio elektrifikasi nasional.

“Rumusan rasio elektrifikasi harus di-adjust. Saya membaca cenderung definisi rasio elektrifikasi sama dengan layanan PLN untuk kelistrikan, bisa saja off grid ada independent grid, ini yang memang kita dorong supaya kalau nunggu semua dari layanan PLN rasio elektrifikasinya tidak berjalan seperti yang kita harapkan. Saya mohon dimasukkan dalam definisi rasio elektrifikasi,” katanya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*