METI : Beri Insentif Pelaku Bisnis EBT

35500
METI : Beri Insentif Pelaku Bisnis EBT
Foto : greeners.co

JAKARTA (INDOPETRO)- Pemerintah diminta oleh Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) untuk mensupport pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Apa wujud konkret yang diminta METI?

“Ada insentif dan harga kompetitif sehingga para pelaku bisnis EBT mau menjalankan usahanya,” kata Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Suryadharma pada sejumlah media, Kamis (15/3/2018) di Jakarta. Namanya usaha pasti ada keinginan mendapatkan hasil lebih dari modal yang dikeluarkan.

Dia mencontohkan bagaimana di negara-negara Timur Tengah yang memberikan insentif dalam pengembangan energi surya. “Di sana pemerintahnya support dengan insentif-insentif sehingga harga energi surya bisa terjangkau masyarakat,” ujar Surya.

Walaupun demikian, dia juga tidak menampik bahwa pemerintah Indonesia saat ini tengah mengupayakan pengurangan penggunaan energi berbasis fosil dan beralih ke Energi Baru Terbarukan (EBT).

Berdasarkan data di tahun 2016 porsi EBT baru 7,7% sementara energi fosil masih menguasai dengan porsi minyak bumi 33,8%, batubara 34,6% dan gas bumi 23,9%.

“Sementara berdasarkan target rencana umum energi nasional (RUEN) pada 2025 porsi EBT harus digenjot sampai 23% sedangkan untuk energi fosil sebesar 77%. Bahkan untuk tahun 2050 porsi EBT harus sudah mencapai 31%. Oleh karena itu Undang-Undang (UU) EBT harus kita dorong sebagai payung hukum. Lalu konsistensi peraturan pemerintah untuk jangka panjang harus ada bukan untuk jangka pendek seperti saat ini,” tandasnya.

Kebijakan pemerintah dengan visi jangka panjang juga harus diterapkan dalam upaya pencarian sumber daya migas dan tambang baru di Indonesia.

Sebagai catatan, lembaga legislatif saat ini sedang menggodok Rancangan Undang-undang (RUU) EBT. “Kita sedang merampungkan dan menggolkan RUU EBT,” kata Wakil Ketua Komisi 7 Herman Kheron. Politisi Partai Demokrat ini menyatakan partainya sangat mendukung bila RUU EBT kelak disahkan. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*