Biodiesel Sawit Ditolak Eropa, Indonesia Melawan

43700
BPDPKS Salurkan Insentif Biodisel ke 19 BBN

JAKARTA (INDOPETRO)- Crude Palm Oil (CPO) yang diproses menjadi biodiesel, sebagai energi baru terbarukan, rupanya mengancam pasar Eropa yang telah mengembangkan bunga matahari sebagai bahan dasar biodiesel. Karena itu, tidak heran bila kemudian Parlemen Eropa menolak biodiesel sawit dari Indonesia.

“Biodiesel yang mulai Eropa, karena mereka ingin menggunakan energi renewable ramah lingkungan (dan menghadirkan) biodesiel dari raoeseed. (Tapi kemudian datang jadi biodiesel (CPO yang) jadi pesaing,” kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono Joko, Rabu (14/3/2018) di Jakarta.
Peruntukan rapeseed untuk berbagai kebutuhan pangan dan energi selanjutnya dibayangi oleh CPO.

Indonesia dan Malaysia menjadi negara produsen minyak sawit mentah di dunia.
“Merasa tersaingi rapeseednya, (Eropa menjadi) sangat protektif seperti itu,” kata Joko.

Diketahui pada Rabu (17/1/2018), telah dilakukan pengambilan suara (voting) terkait penolakan biodiesel berbahan CPO di tingkat Parlemen Eropa.Tercatat, proposal yang mengatur larangan konsumsi sawit sebagai bahan pembuat biofuel, disetujui oleh 492 orang. Sementara itu, anggota parlemen yang menolak sebanyak 88 orang dan 107 orang lainnya menyatakan abstain.

Salah satu kebijakan yang dihasilkan melalui proses jajak pendapat yang digelar pada Rabu tersebut adalah menghapus minyak kelapa sawit sebagai salah satu bahan dasar biodiesel. Dalam penjelasannya, proposal tersebut menyebutkan bahwa minyak sawit dianggap menjadi salah satu penyebab proses deforestasi.

Joko lebih lanjut mengutarakan, bahwa kampanye negatif dan penolakan biodiesel Eropa tersebut mendapat perlawanan pemerintah. “Pemerintah Indonesia, melalui Menko Perekonomian Darmin Nasution, ikut memerangi kampanye negatif Eropa,” ujar Joko.

Sebagai catatan, produksi CPO Indonesia pada 2017 sebanyak 38 juta ton. “Dari 38 juta ton, sebanyak 31 juta ton CPO kita ekspor,” tandasnya. “Nilai ekspor pada 2017 sebesar 22,9 Miliar USD. Ini diluar biodiesel,” paparnya. Joko juga menerangkan, sebanyak 11 juta ton CPO juga digunakan untuk kebutuhan dalam negeri.

Pihaknya juga telah melakukan program revitalisasi kebun rakyat mandiri (plasma). “Ada 800.000 hektar yang digarap dalam program kebun kemitraan,” kata Joko seraya menambahkan pihaknya juga melakukan perluasan kebun sawit swadaya seluas 370.000 hektar di Sumtera dan Sulawesi. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*