Rencana Trump Perluas Pengeboran Lepas Pantai Melambat

20500
Jika Tidak Ada Temuan Baru, Minyak Indonesia Habis Tahun 2050
Foto : offshoreenergytoday.com

HOUSTON (INDOPETRO)- Kebijakan pemerintahan Trump untuk memperluas area pengeboran di lepas pantai Amerika Serikat (AS) sedang melambat. Hal ini dikarenakan adanya penolakan dari negara bagian dengan wilayah pantai (coastal states) dan sikap masa acuh tak acuh dari perusahaan minyak yang telah mengalihkan fokus ke peluang bisnis yang lain.

Pemerintah berharap dengan mendorong pengembangan energi AS di luar lapangan shale akan lebih cepat penuhi target mendominasi energi. Akan tetapi adanya peraturan dari pemerintahan Obama terkait sewa masih berlaku hingga 2022, atau jika ada peraturan baru yang disetujui.

Departemen Dalam Negeri tahun ini mengusulkan pengeboran area luas baru di batas luar kontinen AS. Meski periode pengumpulan pendapat diakhiri pada 9 Maret, Menteri Dalam Negeri Ryan Zinkie mengatakan dia masih dalam diskusi mendalam dengan gubernur dari negara-negara bagian, yang beberapa di antara telah memasang penghalang jalan untuk menghambat atau mencegah pengeboran di pantai mereka.

Menurut program tersebut akan disewakan 47 lapangan, termasuk wilayah yang belum pernah ditawarkan sejak 1983. Setidaknya 12 negara bagian telah membahas tentang pembebasan tanah, dan Zinke telah setuju untuk mengecualikan wilayah Forida.

“Dalam rencana lima tahun ke depan, kami menyediakan segalanya untuk didiskusikan,” kata Zinke, di Houston, Senin (12/3/2018), seperti dikutip Reuters.

Gubernur dari seluruh Pantai Timur dan Pantai Barat sebagian besar sudah melakukan diskusi kepada Departemen Dalam Negeri. Diskusi direncanakan berakhir hingga sampai akhir tahun ini.(Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*