PLTMG Vakum Operasi Empat Bulan Dikendala Izin

16500
PLTMG Vakum Operasi Empat Bulan Dikendala Izin
Fptp: batampos.com

BINTAN (INDOPETRO)- Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di kawasan Teluk Sasah Seri,Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau dilaporkan sempat terhambat empat bulan akibat perizinan.

Laporan tersebut diterima Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Andy N Sommeng, saat melakukan kunjungan pengawasan PLTMG relokasi dari 2×3 Megawatt (MW) PLTMG Tojoko dan 3 MW PLTMG Dompak ini pada Jumat (9/3/2018), bersama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Sebelumnya, sempat dilaporkan adanya keterlambatan pengoperasian PLTMG yang disebabkan izin sandar tongkang pengangkut bahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) dari Batam belum belum diberikan oleh instansi terkait, sehingga kapal pengangkut bahan bakar PLTMG tersebut belum dapat bersandar di Teluk Sasah selama empat bulan. Padahal gas untuk PLTMG akan dipasok dari CNG yang dibawa dari terminal gas PLN di Panaran, Batam.

Dengan belum beroperasinya PLTMG ini, kawasan industri Lobam sementara ini belum dapat dilayani sehingga harus mengoperasikan genset yang berdampak pada meningkatnya biaya operasional.

Menanggapi laporan tersebut, Andy meminta Syahbandar Pelabuhan setempat untuk mempercepat perizinan Landing Craft Tank (LCT) CNG sebab perizinan lainnya telah selesai. Andy juga memastikan mitigasi risiko untuk keselamatan keteknikan di bidang gas (sebagai bahan bakar) telah diupayakan secara maksimal oleh PLN.

“Keberlangsungan pembangkit tersebut harus diupayakan karena pembangkit ini sangat mendukung iklim investasi di Pulau Bintan, mengingat kawasan ini tengah bergeliat dalam pengembangan pembangunan perumahan, bisnis, industri, dan pariwisata,” ujar Andy.

Direktur Bisnis PLN Regional Sumatera, Wiluyo Kusdwiharto yang hadir dalam kunjungan tersebut mengungkapkan bahwa secara umum kondisi kelistrikan di Bintan saat ini sudah cukup baik dan PLN siap untuk memasok listrik sebesar 160 MVA. Guna memenuhi kebutuhan pelanggan industri dan pariwisata di kawasan tersebut, PLN juga membangun Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV dan Gardu Induk 150 kV di Lagoi sepanjang 20 kilometer route (kmr) dari Gardu Induk 150 kV Sri Bintan. PLN juga membangun PLTG berkapasitas 9 MW di Teluksasah yang tidak jauh dari kawasan Lobam.

“Selain itu PLN akan menambahkan kapasitas daya di Gardu Induk Air Raja dari 60 MVA menjadi 120 MV yang direncanakan selesai akhir Juni 2018. Selanjutnya, secara bertahap kapasitas Gardu Induk Sri Bintan dan Gardu Induk Kijang akan ditambah dari semula masing-masing 30 MV menjadi 60 MVA yang diharapkan selesai akhir tahun 2018,” ungkap Wiluyo. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*