ESDM Gaet Pertamina Buka Akses Data Migas ke Publik

40600
ESDM Minta OJK Biayai 46 Proyek EBT yang Mangkrak
katadata.co.id

JAKARTA (INDOPETRO)- Sebagai upaya mendorong investasi hulu minyak dan gas bumi (migas) dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membuka akses data migas melalui national data centre milik pemerintah.

Kementerian ESDM sedang berbenah diri dalam memperbaiki pelayanan kepada publik. Beberapa perbaikan sudah dilakukan seperti memotong rantai birokrasi dengan memangkas dan menyederhanakan perizinan serta mempermudah memudahkan akses data sektor ESDM kepada publik, stakeholder, dan investor.

Terkait akses data, ESDM kemudian menjalin kerja sama dengan salah satu anak perusahaan Pertamina, Pertamina Upstream Technology Center (UTC), dalam hal pengelolaan dan pemanfaatan data migas. Kerja sama ini diresmikan dalam perjanjian kerja sama antara Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) ESDM dan Pertamina UTC.

“Pemerintah melalui Pertamina sudah merintis lama adanya data center dan memang kita harapkan Pertamina ini sebagai BUMN terbesar layak memiliki National Data Centre khususnya untuk pengelolaan data migas kita,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ego Syahrial, setelah penandatanganan perjanjian, di Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Keterbukaan data ini bertujuan untuk mempermudah kegiatan eksplorasi migas nantinya. Ke depan pemerintah berencana menggalakkan kembali eksplorasi untuk menambah cadangan migas nasional.

Di kesempatan yang sama, Kepala Pusdatin ESDM M.P. Dwinugroho mengatakan, Menteri ESDM pada bulan Januari 2017 memberikan arahan bahwa pengelolaan data migas agar dilakukan secara mandiri dan Kementerian ESDM segera menganggarkan untuk mempersiapkan sumber daya dan infrastruktur pendukung pengelolaan.

“Selama masa transisi, Kementerian ESDM menugaskan PT Pertamina dalam pengelolaan data migas, sampai dengan Kementerian ESDM mempunyai sarana dan prasarana National Data Repository,” kata Dwi.

Dwi berharap kerja sama ini dapat mempermudah akses masyarakat terhadap data migas. “Semoga kerja sama pengelolaan data Pusdatin dan UTC dapat meningkatkan ketersediaan dan kualitas data migas serta memberikan layanan terbaik kepada pengguna, sehingga dapat mendukung kegiatan industri migas di Indonesia,” pungkas Dwi. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*