Badan Geologi Tinjau Kebun Teh Walini untuk Pembangunan Stasiun KCIC

20100
Badan Geologi Tinjau Kebun Teh Walini untuk Pembangunan Stasiun KCIC
Foto: cnnindonesia.com

BANDUNG (INDOPETRO)- Tim Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengunjungi wilayah Perkebunan Teh Walini di Maswati, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Area tersebut merupakan lokasi pembangunan stasiun Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC).

Kunjungan yang dilakukan tim, pada Kamis (8/3/2018) ini sebagai persiapan peta kajian aspek geologi rinci dan mikrozonasi untuk Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung di daerah Walini dan sekitarnya. Selain stasiun KCIC, peta tersebut akan jadi panduan untuk pembangunan kawasan hunian dengan konsep transit oriented development (TOD) dan agro-industry tourism.

“Oleh karena itu kajian geologi dibutuhkan agar pembangunan di wilayah tersebut tidak membahayakan lingkungan,” kata Kepala badan Geologi ESDM, Rudy Suhendar, saat ditemui di Kantor Badan Geologi, Bandung.

Peta geologi rinci ini akan dibuat berdasarkan hasil kajian yang meliputi analisis daya dukung tanah dan batuan, kestabilan lereng dan mikrozonasi. Kajian dilakukan di Zona B1 seluas 200 hektar dan Zona B2 seluas 1.200 hektar.

Rudy menyampaikan bahwa analisis daya dukung tanah dan batuan terhadap bangunan ini dilakukan untuk menjamin bangunan berfungsi dengan baik, aman, tidak mengalami keruntuhan dan penurunan tanah yang berlebihan.

“Analisis kestabilan lereng juga dilakukan untuk menentukan tingkat kestabilan lereng dalam kondisi jangka pendek maupun jangka panjang, memperkirakan kemungkinan longsoran dan mempelajari efek pembebanan seismik pada lereng, sementara studi mikrozonasi seismik untuk membuat zona-zona berdasarkan perbedaan intensitas guncangan yang mungkin terjadi dengan menggunakan data kondisi tanah setempat,” papar Rudy.

Kajian yang dilakukan juga meliputi potensi gerakan tanah dan kegempaan, mana yang termasuk kategori rawan ringan, sedang, hingga tinggi. Peta kajian ini diharapkan bisa digunakan semaksimal mungkin untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat dan agar terlindungi dari potensi bencana.

Pelaksanaan kajian telah dimulai sejak tanggal 19 Februari 2018 dan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu dekat sehingga dapat mendukung pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

“Kajian ini akan dilakukan selama dua bulan ke depan, sekitar bulan April nanti kami akan serahkan peta tersebut ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang,” kata Kepala Bidang Pemetaan Pusat Survei Geologi, Sinung Baskoro, saat ditemui di lokasi. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*