Tarif Listrik Tetap Hingga 2019, PLN akan Merugi Rp 21 Triliun

44700
Berhasil Terbitkan Global Bond 2019, PLN Terbukti Masih Laku Peminat
foto : jobs-like.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Setelah tarif listrik dipastikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak akan naik hingga 2019 nanti, PT Perusahaan Listrik diprediksi mengalami kerugian hingga Rp 21 triliun.

“PLN bisa merugi Rp 21 triliun karena tidak ada kenaikan tarif listrik sampai 2019. Tahun lalu, perseroan mengalami kerugian Rp 16 triliun,” kata Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, di Jakarta, Selasa (6/3/2018).

Sebelumnya, PLN sudah mengajukan ke pemerintah, yaitu Kementerian Keuangan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan ESDM untuk menaikkan tariff listrik. Dikarenakan harga Harga Batubara Acuan hasil penetapan di Januari 2018 mencapai US$ 95,54 per ton.

Menurutnya pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan harga batubara khusus kelistrikkan. Dengan demikian maka biaya pokok produksi listrik dapat ditekan. Sehingga perseroan dapat menghindari kerugian dan tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur.

Di sisi lain, PLN akan tetap melakukan berbagai langkah efisiensi seperti penutupan pembangkit listrik dengan biaya pokok produksi yang mahal, yang kemudian dengan yang lebih murah. Rencana efisiensi tersebut diprediksi dapat menghemat operasional hingga Rp 6,5 triliun.

Upaya lain yang akan dilakukan adalah membuat zonasi angkutan batubara untuk sumber bahan bakar pembangkit listrik. Hal ini untuk memangkas biaya transportasi batubara.

“Ada zonasi untuk angkutan kapal untuk batubara, nggak ada lagi Kalimantan ke Sumatra nggak boleh. Potensi efisiensi lainnya masih kita cari lagi,” kata Sofyan. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*