Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia Tetapkan Manajemen Baru

48500
Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia Tetapkan Manajemen Baru
Foto : fakta.news

JAKARTA (INDOPETRO)- Sejak diresmikan November 2017, perusahaan joint venture PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) telah menetapkan struktur direksi dan dewan komisaris baru. Hal ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diadakan di Jakarta, Selasa (8/3/2018).

Menjabat sebagai Direktur PRPP, Amir H Siagian, lalu posisi Chief Financial Offer & General Support dijabat oleh Alexander Dmitriev. Pada jajaran komisaris, ditetapkan Alexander Tumanov sebagai Presiden Komisaris dari Rosneft dan Gigih Prakoso sebagai Wakil Komisaris Utama, serta Gigih Wahyu Irianto dan Alexander Zubchenko dipilih sebagai Komisaris.

Hadir juga dalam rapat Direktur PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Achmad Fathoni dan Direktur Rosneft Singapore, Ang Meng Hai Markus David. Dalam rapat juga dilaksanakan pendatanganan akta penundukkan diri atau deed of accession bahwa PRPP menyanggupi dan berjanji pada kedua shareholder, Rosneft dan KPI, untuk melaksanakan kewajiban yang dinyatakan dalam perjanjian joint venture serta terkait penetapan auditor perseroan.

“Poin lain yang kita bahas dalam RUPS adalah kesepakatan untuk menentukan financial auditor yang dirasa sangat penting bagi kita, salah satu kesepakatannya adalah di tahun pertama ini kita akan lakukan audit,” kata Presiden Direktur PRPP Amir.

Amir menambahkan, Pertamina dan Rosneft telah menstrukturkan organisasi di PRPP sesuai dengan tahapan proyek saat ini yaitu tahapan Project Development. Saat ini sedang dalam proses persetujuan untuk selanjutnya dilakukan proses perekrutan untuk mengisi posisi-posisi yang dibutuhkan untuk dapat melakukan kegiatan perusahaan terutama untuk kegiatan engineering yang akan dimulai pada tahun ini.

Sebelumnya, tujuan dari joint venture ini adalah membangun dan mengoperasikan kilang minyak baru yang terintegrasi dengan Kompleks Petrokimia (New Grass Root Refinery and Petrochemical/NGRR) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

“Manfaat dibangunnya kilang NGRR Tuban ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa kemandirian dan ketahanan energi” tutup Amir. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*