Embrio PLTN Disosialisasikan ke Publik

45800
Embrio PLTN Disosialisasikan ke Publik
Foto: manajemenproyekindonesia.com

TANGERANG SELATAN (INDOPETRO)- Rencana pembangunan Reaktor Daya Eksperimental (RDE) yang digagas sejak 2014 kini memasuki babak baru. Pasalnya, setelah tahun lalu menyelesaikan Basic Enginering Design, kini Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) mulai menyusun Desain Rinci atau Detail Engineering Design (DED).

RDE merupakan program prioritas Batan yang bertujuan menjadikan Indonesia sebagai penyedia teknologi terkait penyedia energi listrik dan panas tinggi guna menopang kebutuhan industri nasional, serta menjadi unggul di tingkat regional.

RDE merupakan cikal bakal Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Komersial dan ini generasi paling aman dari radiasi. Kepala Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN) Batan, Geni Rina Sunaryo mengatakan, DED akan diselesaikan dalam waktu yang singkat dan segera akan di review oleh Badan Tenaga Atom Internasional / International Atomic Energy Agency (IAEA).

“Tim yang bekerja menyusun DED harus bekerja keras untukmencapai target yang telah ditetapkan. 2018 harus sudah direvisi dan di review oleh IAEA,” katanya pada sejumlah media, Kamis (8/3/2018) di Serpong Tangerang Selatan.

Selesai direview dan dilakukan perbaikan sesuai d engan rekomedasi yang diberikan IAEA, DED diharapkan selesai pada awal September 2018 dan akan dilaunching pada sidang umum IAEA di Wina, Austria. DED yang merupakan 100% karya anak bangsa ini akan dijadikan sebagai cikal bakal PLTN bila kelak Indonesia menyatakan Go Nuclear.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ristekdikti memberikan dukungan penuh terhadap penyelesaian DED melalui program Flagship INSINAS. “Tahun ini kita dapat Rp 6 miliar,” kata Djarot. Dengan program ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk memperluas dan memperkuat sinergi antara institusi secara nasional dalam menyediakan DED.

Menurut Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Djarot Sulistio Wisnubroto RDE menjadi program unggulan Batan. “Kita membuat sendiri DED walaupun skalanya masih kecil,” kata Djarot. Dulu, pada 2015 konseptual DED diciptakan konsorsium Jerman-Indonesia.

Djarot juga menyatakan bahwa apa yang dilakukan Batan tersebut menjadi strateginya untuk mengenalkan PLTN. Pihaknya juga sedang mengajukan dana khusus pembangunan RDE ke Bappenas.

Sementara itu, Kepala Divisi Perencanaan Sistem PT PLN (Persero) Adi Priyanto, menyambut baik adanya pembangunan RDE. “Apalagi nantinya harga listrik dari PLTN lebih murah,” kata Adi. Di PLN sendiri, telah ada tim penelitian PLTN. “Tinggal disinkronkan saja dengan pihak Batan,” ucapnya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*