Arab Saudi Gandeng Inggris Kembangkan EBT

15700
MITI : Kebijakan EBT Pemerintahan JKW-JK Berubah-ubah

LONDON (INDOPETRO)- Pemerintah Arab Saudi dan Inggris bersepakat untuk menjalin kerjasama di bidang pengembangan energi. Hal tersebut diungkapkan oleh James Slack, Jubir Kantor Perdana Menteri Inggris, seusai pertemuan antara putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salmen dan Theresa May, Perdana Menteri Inggris di London.

Pertemuan tersebut berlangsung pada Rabu sore (7/3/2018). Keduanya melakukan pertemuan dan pembicaraan mengenai berbagai sektor. Selain Energi Baru Terbarukan (EBT), ada bidang lainnya, pendidikan, budaya, kesehatan, keuangan, sains, teknologi, dan pertahanan.

Menurut laporan Islamic Republic News Agency (IRNA), Kamis (8/3/2018), juru bicara kantor perdana menteri, James Slack mengkonfirmasikan, kedua belah pihak dalam pertemuan tersebut (Inggris dan Arab Saudi) menyepakati kerjasama perdagangan dan peluang investasi pada tahun-tahun mendatang. Nilainya mencapai angka 65 miliar pound.

Arab Saudi semakin serius untuk mengembangkan EBT. Pihak pemerintah menargetkan 9,5 gigawatt energi terbarukan pada tahun 2023 yang diprediksi akan melibatkan investasi antara US$ 30 miliar sampai US$ 50 miliar.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan telah memulai program terbarukan secara masif di Riyadh.

“Persentase energi terbarukan pada 2023 sebesar 10% dari total kapasitas terpasang. Hal ini masuk program reformasi ekonomi yang diluncurkan tahun lalu yang dikenal sebagai Vision 2030. Arab Saudi berusaha menggunakan sarana non minyak untuk menghasilkan energi,” kata al-Falih. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*