Indonesia Belum Punya Road Map Gas Industri dan Transportasi

28400
ESDM Siapkan Permen Turunkan Harga Gas
Foto : tempo.co

JAKARTA (INDOPETRO)- Hingga kini, Indonesia belum memiliki road map gas untuk sektor industri dan transportasi. Padahal road map tersebut dapat menjadi panduan dalam memajukan industri dalam negeri.

Hal tersebut menjadi salah satu pokok pikiran Tumiran, anggota Dewan Energi Nasional (DEN) dalam diskusi bertajuk Kebijakan Energy Mix dalam Pembangunan yang Berkelanjutan” pada Rabu (7/3/2018) di Jakarta.

Dia juga mengutarakan bahwa penggunaan gas untuk sektor tranportasi. “Kita pernah minta pemerintah untuk membuat regulasi yang meminta agar pabrikan mobil untuk membuat duel injection. Tapi pemerintah enggan,” katanya. Akhirnya mandeg.

Setali tiga uang dengan usulan gas transportasi, gas untuk industri. “Hingga kini kita tidak mempunyai road map. Akibatnya gas diimpor karena infrastruktur juga belum tersedia.

Lebih jauh Tumiran, pemerintah bisa menghidupkan industri lokal melalui pemanfaatan gas. “Kita harus create pasar domestik, bukan malah menjadi pasar bagi bangsa-bangsa lain,” katanya. Ironisnya, pemerintah pun takut untuk memproteksi industri dalam negeri.

Sebagai catatan, pada 2018 kebutuhan gas industri diproyeksikan naik menjadi 867.071 MMBtu. Untuk 2017 berada di angka 829.338,2 MMBtu.

Pada 2016 kebutuhan energi sektor industri mencapai 420,35 juta setara barel minyak (SBM). Dari jumlah tersebut, gas menyumbang 142,07 juta SBM atau 33,79 persen dari total kebutuhan, sedangkan kebutuhan batu bara sebesar 169,64 juta SBM atau 40,35 persen.

Industri pupuk, kimia, dan barang dari karet menjadi sektor yang paling besar menyerap gas dan disusul oleh industri semen dan bahan galian non logam. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*