Bandara Maratua Siap Sambut Wisatawan di Kepulauan Derawan

28900

DERAWAN (INDOPETRO) – Akses merupakan unsur penting bagi sebuah destinasi wisata. Apalagi destinasi kepulauan seperti Derawan.

Namun kini ada kabar gembira bagi para traveler. Kepulauan di Kalimantan Timur itu kini dilengkapi bandara. Bandara baru yang telah selesai dibangun itu terbilang megah. Bandara tersebut berada di Pulau Maratua, salah satu pulau terbesar di Kepulauan Derawan.

Sebenarnya Bandara Maratua sudah beroperasi sejak akhir 2017. Sejumlah maskapai juga telah melayani penerbangan ke destinasi itu. Fungsi bandara itu vital. Menurut Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso, Bandara Maratua bukan hanya sebagai sarana transportasi warga. Tetapi juga mengangkut wisatawan domestik dan mancanegara. Pulau indah itu memang mempunyai spot wisata bertaraf internasional.

“Mengingat mayoritas wisatawan datang melalui pintu udara, maka Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bekerja sekuat tenaga untuk merealisasikan bandara-bandara yang menjadi akses wisata. Itu juga pintu gerbang perekonomian Indonesia,” kata Agus sebagai Selasa (6/3/2018).

Saat itu Bandara Maratua mempunyai landas pacu berukuran 1600 meter x 30 meter. Kemudian dilengkapi dengan taxiway dengan ukuran 75 meter x 18 meter dan apron 70 meter x 100 meter. Dengan ukurannya itu, Bandara Maratua mampu melayani operasional pesawat jenis ATR 72 secara maksimal. Selain itu, tersedia juga gedung terminal seluas 600 m2. Lengkap dengan gerbang X-ray, lahan parkir dan jalan akses dari dan ke bandara.

“Maskapai yang beroperasi di bandara itu ialah Susi Air yang menggunakan pesawat Grand Caravan dan Garuda Indonesia dengan menggunakan pesawat ATR 72-600,” kata Agus menambahkan.

Menurut Agus, Bandara Maratua dibangun karena memiliki setidaknya dua nilai strategis. Yang pertama sebagai bandara di pulau terdepan Indonesia. Dengan kata lain, bandara itu menjadi penanda kehadiran Indonesia di wilayah tersebut. Yang kedua sebagai pintu gerbang pariwisata di daerah tersebut. Dengan segala keindahan dan potensi alamnya, Kepulauan Derawan memang layak dikembangkan menjadi potensi wisata unggulan di Indonesia.

“Bandara Maratua itu sebagai penanda kehadiran negara di daerah perbatasan Indonesia. Sekaligus berpotensi mengembangkan perekonomian daerah sekitar dengan pengembangan sektor pariwisata,” kata Agus melanjutkan.

Itu juga sesuai dengan program Nawacita Presiden Joko Widodo. Terutama Cita ketiga yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dan Cita ketujuh yang terkait dengan kemandirian ekonomi domestik. Bandara Maratua mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan. Untuk itu, Kemenhub melakukan berbagai upaya agar banyak maskapai dalam maupun luar negeri yang membuka penerbangan di bandara itu.

Agus berharap, Bandara Maratua diresmikan Presiden Joko Widodo tahun ini. Dengan demikian, pengembangan sisi komersial bandara bisa lebih cepat dilakukan. Tidak hanya itu, keberadaan bandara bisa semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.

Menurut Wakil Bupati Berau Agus Tantomo, potensi wisata di daerahnya sangat besar. Terdapat sekitar 44 diving spot yang tersebar di 52 pulau. Selama ini area diving tersebut banyak dikunjungi wisatawan
mancanegara. “Banyak wisatawan dari Asia Tenggara dan Eropa yang berkunjung ke sini untuk menyelam dan melihat keindahan alam bawah laut Maratua. Biasanya mereka menggunakan kapal laut. Baru beberapa bulan ini setelah bandara beroperasi mereka menggunakan pesawat carter,” kata Tantomo.

Menurutnya sejak beroperasi, Bandara Maratua turut memberi kontribusi terhadap kenaikan wisatawan. Pada 2017 wisatawan yang datang ke Kepulauan Derawan meningkat 24 persen. “Tidak hanya berwisata, kami juga berharap investor luar negeri berinvestasi di Kepulauan Derawan. Saat ini sudah ada beberapa resort yang dikelola oleh investor asing seperti dari Malaysia dan Jerman,” kata Tantomo menambahkan.

Sedangkan Menpar Arief Yahya mengaku punya banyak kenangan dengan Derawan, Kakaban, Sangalaki, dan Maratua. Ketika masih memimpin PT Telkom Indonesia, Arief Yahya pernah menggelar pertemuan di kepulauan Derawan itu. “Banyak cerita soal Derawan. Intinya wisata baharinya keren abis,” kata Arief Yahya yang pernah menyaksikan ubur-ubur jinak.

Kura-kura friendly berukuran raksasa juga lalu lalang menyatu dengan para wisatawan. Ikan badut, ikan nemo dan dori ditemukan di banyak tempat. “Bawah lautnya bagus dan bisa menjadi andalan wisata bahari Indonesia. Alhamdulillah sekarang akan lebih mudah ke Derawan karena ada bandara baru,” kata Arief mengakhiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*