Seba Baduy 2018, Ribuan Warga Kanekes Bakal Serbu Kantor Gubernur Banten

4200
Ribuan warga Baduy berjalan menuju ke kantor Gubernur Banten untuk mengikuti tradisi Seba, Sabtu (14/5). ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman.

SERANG (INDOPETRO) – Ribuan warga Suku Baduy Dalam dan Luar bakal turun gunung membanjiri Kota Serang, Banten pada 30 April mendatang. Mereka datang untuk mengantarkan hasil bumi ke Gubernur Banten.

Prosesi itu disebut Seba. Itu bukan prosesi biasa. Masyarakat Baduy sudah melakukan kegiatan sejak ratusan tahun lalu. Prosesi Seba Baduy selalu menarik. Dari tempat tinggal mereka di Luewidamar, Bumi Kanekes, masyarakat Baduy berjalan kaki membawa hasil bumi.

Mereka menyusuri persawahan, naik turun gunung, keluar masuk hutan dan kampung. Tujuannya Ibu Kota Provinsi Banten. Jarak tempuhnya sekitar 115 kilometer. Itu merupakan perjalanan spiritual suku adat Baduy. Sebagai penutup ritual Kawalu. Yaitu ritual berpuasa selama tiga bulan.

“Perjalanan tersebut mencerminkan kesederhanaan dan keikhlasan yang kental sarat makna budaya leluhurnya. Masyarakat Baduy yang terkenal tertutup akan keluar berbaur dengan masyarakat umum. Ini yang menarik,” papar Kepala Dinas Pariwisata Banten, Eneng Nurcahyati pada Senin (5/3/2018).

Menurut Eneng, tradisi itu dijadikan simbol atau identitas budaya di Provinsi Banten. Sebab, Banten merupakan salah satu daerah yang memiliki ragam budaya unik. Banten juga selalu menjaga kearifan lokal. Sejumlah persiapan dilakukan untuk menyambut warga Suku Baduy. Beragam pertunjukan budaya akan ikut disuguhkan. Mulai dari tari-tarian, marching band, wayang golek dan layar tancap dihadirkan. Hiburan super meriah akan mewarnai perhelatan tersebut.

“Sampai saat ini persiapan masih kami matangkan. Kami ingin tampilkan yang terbaik. Kami ingin wisatawan lebih terhibur. Sehingga budaya Banten yang kaya dapat lebih dikenal wisatawan,” kata Eneng menambahkan.

Eneng mengajak wisatawan untuk datang ke Kota Serang. Wisatawan diajak menjadi saksi kehikmatan, kesakralan serta keindahan Seba Baduy. Sehingga nantinya wisatawan memahami kearifan lokal budaya masyarakat Baduy.

“Yang pasti banyak keseruan dengan menyaksikan langsung tradisi Seba. Selain terhibur, wisatawan akan melihat gambaran keteguhan dan kesederhanaan dari sikap dan penampilan masyarakat adat Baduy,” kata Eneng melanjutkan.

Deputi Pemasaran I Kementerian Pariwisata I Gde Pitana, didampingi Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata 1 (Jawa) Wawan Gunawan mengatakan, Seba Baduy merupakan salah satu destinasi wisata budaya favorit yang dimiliki Provinsi Banten. “Budaya itu semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan. Selaras dengan itu, keunikan masyarakat Baduy yang menjaga kuat tradisinya justru menjadi kekuatan sendiri yang bernilai jual wisata tinggi,” kata Pitana.

Kemenpar berkomitmen untuk terus memberikan dukungan. Seba Baduy ini masuk dalam 100 Wonderful Events Indonesia 2018. Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan hal senada. Menurutnya, nilai budaya yang kuat dari Seba Baduy menjadi daya tarik tersendiri. Menpar yakin Seba Baduy akan mampu menarik wisatawan mancanegara yang gemar terhadap budaya.

“Tingkat ketertarikan wisman terhadap budaya mencapai 60 persen. Sedangkan pada alam, ketertarikan wisatawan mancanegara mencapai 35 persen. Sementara untuk kerajinan tangan (manmade) lima persen. Dengan keberagaman serta keunikan yang di miliki Seba Baduy, saya yakin hasilnya akan baik,” kata Arief.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*