Di Bangka Cultural Wave Festival 2018, Wisatawan Bakal Berasa di Rumah Sendiri

16000

BANGKA (INDOPETRO) – Berkunjung ke destinasi wisata kerap bikin kangen suasana rumah. Itu tidak akan terjadi saat datang ke Bangka Cultural Wave Festival 2018.

Bangka Cultural Wave Festival 2018 akan menampilkan beragam keramahan pada 4-5 April mendatang. Festival tersebut juga menyajikan aneka ekspresi kebudayaan. Bangka Cultural Wave Festival merupakan acara tahunan. Event itu pertama digelar pada 2015. Penyelenggaraannya dilakukan bergilir di Pangkal Pinang, Muntok. Temanya juga sangat beragam. Dari Naga Penyu, Akademi Budaya Cheng Ho Dunia dan Ibu Bumi.

“Bangka selalu memberikan kenyamanan. Saat wisatawan di sini, mereka seperti ada di rumah sendiri. Bangka Cultural Wave Festival suasananya unik. Kondisi itu sengaja diciptakan agar para wisatawan tidak merasa asing,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Bangka, Asep Setiawan.

Tahun ini Bangka Cultural Wave Festival digelar di Tongacie de’Locomotif, Sungailiat, Bangka. Di tempat itu wisatawan akan mendapatkan paket wisata komplit. Tongacie itu sangat instagramable. Cocok buat kamu yang kekinian. Pantainya juga cocok untuk memanjakan adrenalin. Karena sudah dilengkapi fasilitas jet ski, para sailing, banana boat, parimata, hingga diving.

“Fasilitas di sana sangat lengkap. Banyak ornamen yang instagramable. Untuk fasilitas di pantai juga lengkap. Kami yakin festival itu menjadi tempat berlibur yang sangat menarik. Pasti banyak wisatawan yang akan berkunjung ke sini,” kata Asep menambahkan.

Tema yang diangkat nanti ‘Coming Home’. Tema ini sekaligus menegaskan keramahan Bangka. Harapannya, siapapun yang berada di sini benar-benar seperti di rumah sendiri. Wisatawan bisa kerasan dan tidak canggung membaur dengan para warga. Bagi warga Bangka yang diperantauan, itu bak sirine pulang.

Tema itu untuk mewakili masyarakat Bangka yang sangat menghormati setiap pendatang. Layanan terbaik juga selalu mereka berikan. Jadi jangan pernah ragu melangkahkan kaki ke Bangka.

Menurut Asep, masuknya Bangka Cultural Wave Festival dalam kalender event nasional menjadi keuntungan lebih. Oleh karena itu, berbagai event menarik sudah disiapkan.

Bangka Cultural Wave Festival akan menampilkan beragam pameran, bazar, parade lampion, hingga pertemuan para komunitas. Ada satu event yang tidak boleh dilewatkan nih. Yaitu tradisi pelepasan penyu ke laut.

Tapi acara wajib untuk disaksikan ialah seni budaya. Bangka memiliki tari tradisional Sepen dengan unsur gerak pencak silat. Ada juga Tari Men Sahang Lah Mirang, Campak, juga Beripat. Tarian yang terakhir ini cukup unik karena beripat diwarnai pamer kekuatan laki-laki. Caranya, saling memukul dengan memakai rotan.

Budaya lainnya Sepintu Sedulang, Buang Joang, Resbo Kasan dan Ceriak Nerang. Tidak hanya itu, berbagai ekspresi kebudayaan akan dikemas dengan konsep teatrikal unik. Sedangkan pertunjukan musik tari dilakukan seniman terbaik lokal dan mancanegara.

“Semua budaya modern dan tradisional akan ditampilkan. Seni dance dan beragam karifan lokal akan dipadukan. Secara prinsip, kami siap mengakomodir beragam ekspresi budaya. Kami yakin nuansanya akan semakin kuat. Sebab, venue di sini sangat mendukung,” kata Asep menambahkan.

Bangka Cultural Wave Festival 2018 diharapkan turut merangsang peningkatan wisatawan. Sebab pada 2017 lalu tren kunjungan wisatawan ke Bangka mengalami kenaikan 21,72 persen. Total ada 367.084 wisatawan yang ke sana. Dari jumlah itu, 7.183 merupakan wisatawan mancanegara dan 359.901 orang wisatawan nusantara. Untuk jumlah kunjungan wisatawan di 2016 berkisar 295.688 orang.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menjelaskan, festival itu harus didukung karena bertarap internasional. “Bangka Cultural Wave Festival ini memang kelas dunia. Selalu ramai dikunjungi wisatawan. Beragam atraksi yang ditawarkan di sana memang menarik. Konsep tersebut didukung kemudahan aksesibilitas dan akomodasinya,” kata Arief.

Secara geografis, Sungailiat ini hanya berjarak 30 kilometer dari Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang. Transportasi menuju ke Kota Sungailiat juga mudah karena akses darat sangat lancar. Lama perjalanan sekitar 1 jam. Kelebihannya, jalan darat ini akan menyajikan view pantai yang eksotis.

Untuk penginapan, harga yang ditawarkan pun ramah. Pesona Bay Sea View Hotel menawarkan bujet Rp 661 ribu per malam, lalu Novotel Bangka dibanderol Rp 550 ribu. Harga Rp 537 ribu jadi penawaran Puri Ansel Villas. Parai Beach Resort & Spa dibanderol Rp 490 ribu atau Tanjung Pesona Beach Resort dihargai Rp 455 ribu.

“Pokoknya rugi kalau tidak berkunjung ke festival itu. Sebab, aspek 3A di sana memang sangat bagus. Dengan konsep yang berbeda-beda, festival itu tidak akan membosankan,” kata Arief mengakhiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*