APBI Support Target Elektrifikasi Pemerintah

5500
APBI: Kurang Fair Kalau PLN Minta DMO Batubara Turun
Foto : youtube.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Target rasio elektrifikasi hingga 99% pada 2019 diyakini dapat terwujud. Pasalnya, support pihak pengusaha batubara akan maksimal.

“Kita yakin tercapai karena cadangannya mencukupi,” kata Hendra Sinadia, Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Batubara Indonesia (APBI) dalam satu diskusi pada Selasa (6/3/2018) di Jakarta.

Batubara sebagai bahan primer energi mix, ungkap Hendra, merupakan energi yang paling untuk mensupport PLN. “Batubara energi yang telah siap disuplai ke PLN. PLN memang menjadi pengguna batubara dari asosiasi,” katanya.

Terkait harga batubara, Hendra menyerahkan sepenuhnya pada pemerintah. “Kenaikan harga batubara ini bukan keinginan pengusaha tetapi lebih karena faktor eksternal di Tiongkok,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, pihaknya selaku BUMN penjual listrik sangat tergantung pada harga jual batubara yang masih menjadi sumber energi utama untuk pembangkit listrik saat ini.

Bahkan dia mencatat tahun lalu pendapatan perseroan tergerus Rp 16 triliun lantaran kenaikan harga batu bara. Sementara PLN mendapatkan tugas untuk melistriki daerah-daerah tertinggal.

“Bayangkan saja 2017 tergerus Rp 16 triliun gara-gara kenaikan harga batu bara. Kalau Rp 16 triliun tidak ada uang ini kita mau bangun desa tertinggal, bangun transmisi. Dulu pakai APBN, sejak 2015 seluruhnya PLN, itu dari mana? ya pinjaman,” kata Sofyan.

Sebagai catatan, harga batu bara tembus di atas level US$ 100 per ton. Dengan acuan harga itu, Sofyan menaksir pendapatan PLN tahun ini bisa tergerus Rp 21 triliun jika tidak ada pengaturan harga batu bara. “Kalau tidak ada perubahan DMO itu (pendapatan tergerus) Rp 21 triliun,” imbuhnya.

Dengan penetapan harga DMO Sofyan pun berjanji akan menahan tarif listrik agar tidak naik hingga 2019. Bahkan dia yakin bisa menurunkan tarif listrik di 2020. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*