Total Resmi Ikut Beroperasi di WK Waha, Libya

6500
Total Ancam Tarik Investasi Migas dari Iran
Foto : wsj.com

PARIS (INDOPETRO)- Total mendapatkan 16,33 persen saham Marathon Oil di kontrak kerja sama Waha Marathon Oil, Libya, dengan nilai US$450 juta, dikutip oleh Reuters, Minggu (4/3/2018). Saham lainnya dipegang oleh Marathon Oil sebesar 58,18 persen, ConocoPhillips sebesar 16,33 persen, dan Hess dengan saham sebesar 8,16 persen.

Melalui kesepakatan ini Total mendapatkan cadangan dan resource dengan total 500 juta barel minyak ekuivalen (million barrels oil equivalent/MBOE), di mana besar  produksi mencapai 50 ribu barel minyak ekuivalen per hari (barrels oil equivalent per day/boepd). Selain itu perusahaan asal Prancis ini juga mendapatkan potensi eksplorasi yang signifikan dari Cekungan Sirte seluas 53 ribu kilometer persegi.

“Akuisisi ini sejalan dengan strategi Total untuk memperkuat portfolionya melalui asset yang berkualitas tinggi dan rendah teknis sambil juga memperkuat historis kejayaan kami di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara,” kata Chairman dan CEO Total, Patrick Pouyanné.

Dalam pernyataannya, Total mengatakan bahwa produksi wilayah kerja Waha saat ini sekitar 300 ribu boepd. Setelah instalasi ulang dan dimulai kembalinya pengembangan pengeboran, output diperkirakan akan naik dan melebihi 400 ribu boepd di akhir dekade.

Total sudah hadir di Libya sejak 1954. Pada 2017, produksi grup ini mencapai 31.500 boepd. Produksi ini merupakan hasil dari lapangan offshore Al Jurf (saham 37,5 persen) dan wilayah onshore El-Sharara (besar saham 15 persen di blok ex-NC 115 dan 12 persen di Blok ex-NC 186).

“Kehadiran Total yang cukup lama di Libya, negara dengan sumber minyak dan gas bumi (migas), dan kami telah menunjukkan komimen kami untuk terus mendukung perbaikan industri migas di Libya,” tambah Pouyanné.

Di kesempatan lainnya Vice President Corporate Analysis Wood Mackenzie, Luke Parker berpendapat bahwa pertumbuhan produksi dan cadangan merupakan utama. “Total saat ini optimis dapat menaikkan produksi Waha dari 300 ribu boepd hingga 400 ribu boepd di 2020, melalui eksplorasi dan menemukan sumber baru,” katanya.

Dia menambahkan, Waha berpeluang mencapai titik puncaknya sejak 2014. Namun demikian, tetap ada risiko untuk kenaikkan produksi karena saat ini produksi di lapangan ini terpaksa dibatasi untuk waktu yang cukup lama karena periode penutupan terminal ekspor di Libya. (Gadih)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*