Saudi Potong Harga Minyak Ekspor

10000
Arab Saudi Siap Pasok Minyak ke Sudan
Minyak Arab Saudi

RIYADH (INDOPETRO)- Pemerintah Arab Saudi dikabarkan akan memangkas harga minyak semua grade untuk ekspor ke Asia pada April 2018. Pemangkasan harga hingga 70 sen, diperkirakan terjadi karena permintaan atas minyak mentah Saudi merosot, demikian laporan Reuters, Senin (5/3/2018). Padahal di sisi lain, pangsa pasar minyak Amerika Serikat (AS) justru meningkat.

Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih, mengatakan produksi minyak mentah Januari-Maret di negara tersebut akan jauh di bawah tingkat batas produksi, dengan ekspor rata-rata kurang dari tujuh juta barel per hari.

“Arab Saudi berharap OPEC dan sekutu-sekutunya dapat mengurangi produksi tahun depan dan menciptakan kerangka kerja permanen untuk menstabilkan pasar minyak, setelah kesepakatan mengenai pemotongan pasokan berakhir tahun ini,” kata al-Falih.

Sementara itu, dalam laporan US Energy Information Administration (EIA) EIA, produksi minyak mentah AS mencapai rekor tinggi baru pada level 10.283 juta barel per hari.

“Kekhawatiran sedang meningkat mengenai melonjaknya produksi minyak AS, kalau-kalau ini dapat menyebabkan pasar global bergeser dari dinamika yang agak seimbang menjadi surplus,” kata Tyler Richey, salah satu penulis review pasar terkemuka, Sevens Report.
Sejauh ini, katanya, dalam tahun 2018, output minyak AS dalam laju menuju peningkatan 3 juta barel per hari (bph). Angka tersebut lebih tinggi dibanding ekspektasi EIA (sebelumnya) akan kenaikan 1 juta bph per akhir 2018.

Sebelumnya, dengan estimasi total produksi AS melesat hingga melampaui 11 juta bph di akhir tahun 2018, EIA memperkirakan negeri Paman Sam akan menggantikan Rusia menjadi produsen minyak terbesar dunia. Kondisi tersebut menumpulkan dampak kesepakatan pemangkasan output yang dilaksanakan oleh Rusia, Arab Saudi, dan sejumlah produsen minyak lainnya sejak awal 2017. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*