Tim Harga Minyak Sebut ICP Indonesia Februari Turun

6400
Tim harga minyak KESDM : Harga ICP April Naik
buzznigeria.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Tim Harga Minyak Indonesia merilis, berdasarkan hasil perhitungan Formula ICP, rata-rata harga minyak mentah Indonesia pada Februari 2018 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. “ICP Februari 2018 mencapai US$ 61,61 per barel, turun sebesar US$ 3,98 per barel dari Januari 2018 yang mencapai US$ 65,59 per barel,” demikian keterangan tim harga minyak Indonesia, Jumat (2/3/2018).

Sementara ICP SLC Februari 2018, ungkap tim, juga mengalami penurunan US$ 3,52 per barel dari US$ 65,83 per barel menjadi US$ 62,31 per barel.

Perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional pada Februari 2018 dibandingkan bulan Januari 2018 mengalami penurunan menjadi sebagai berikut:

Pertama, Dated Brent turun sebesar US$ 3,99 per barel dari US$ 69,18 per barel menjadi US$ 65,19 per barel.

Kedua, Brent (ICE) turun sebesar US$ 3,35 per barel dari US$ 69,08 per barel menjadi US$ 65,73 per barel.

Ketiga, WTI (Nymex) turun sebesar US$ 1,49 per barel dari US$ 63,67 per barel menjadi US$ 62,18 per barel.

Keempat, Basket OPEC (pada 27 Februari 2018) turun sebesar US$ 3,40 per barel dari US$ 85 per barel menjadi US$ 63,45 per barel.

Penurunan harga minyak mentah utama di pasar Internasional mengalami penurunan akibat beberapa faktor yakni, pasokan minyak mentah global :

a. Publikasi OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) bulan Februari 2018 mengindikasikan bahwa pasokan minyak global meningkat sebesar 0,35 juta barel per hari menjadi rata-rata 97,66 juta barel per hari di Januari 2018.

b. IEA (International Energy Agency) dan EIA (Energy Information Administration) pada Februari 2018 melaporkan bahwa rata-rata produksi minyak mentah tahunan di Amerika Serikat hingga bulan Februari 2018 mencapai level tertinggi sejak tahun 1970 yaitu sebesar 10,6 juta barel per hari, serta berpotensi mendekati produksi Rusia serta diperkirakan akan melebihi produksi Arab Saudi pada akhir 2018.

c. EIA (Energy Information Administration) Februari 2018 melaporkan bahwa stok minyak mentah komersial Amerika Serikat Februari 2018 mengalami peningkatan sebesar 5,1 juta barrel dibandingkan Januari 2018 menjadi 423,5 juta barel.

Dilaporkan pula, stok distillate fuel oil Amerika Serikat Februari 2018 mengalami peningkatan sebesar 0,1 juta barrel dibandingkan Januari 2018 menjadi 138,0 juta barel. Disamping itu, stok gasoline Amerika Serikat Februari 2018 mengalami peningkatan sebesar 9,7 juta barel dibandingkan Januari 2018 menjadi 251,8 juta barel.
Faktor selanjutnya, permintaan minyak mentah global:

Berdasarkan data IEA (International Energy Agency) pada Februari 2018, perkiraan permintaan kilang global untuk triwulan I 2018 turun sebesar 0,4 juta barel per hari dibandingkan triwulan 4 2017, sebagai akibat dari rencana perbaikan berkala kilang.

Penurunan permintaan musiman dan momen tepat untuk sejumlah kilang berhenti beroperasi untuk melaksanakan pemeliharaan seiring akan berakhirnya periode puncak konsumsi heating oil selama musim dingin di belahan bumi bagian utara.

Aspek lainnya adalah penguatan nilai tukar mata uang Dollar Amerika Serikat yang disebabkan ketidakstabilan pasar modal serta spekulasi bahwa Bank Sentral Amerika Serikat akan menaikkan tingkat suku bunga akibat kenaikkan keuntungan obligasi. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*