PLTB Pertama Proyek Listrik 35 GW Masuk Tahap Uji Operasi

7800
PLTB Pertama Proyek Listrik 35 GW Masuk Tahap Uji Operasi
Foto : mediaindonesia.com

SIDRAP (INDOPETRO)- Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap sudah mencapai 97,7 persen. PLTB terbesar di Indonesia yang berlokasi di Desa Mattirotasi dan lainungan, Sindereng Rappang, Sulawesi Selatan ini sudah memasuki tahap komisioning atau pengujian pengoperasian. Total 30 turbin angin (wind turbine generator/WTG) sudah terpasang, dengan 23 buah yang mendapat Sertifikat Laik Operasi (SLO).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana, menyatakan kebanggaannya terhadap proyek tersebut.

“Ini merupakan upaya pemerintah untuk mencapai target pengembangan pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT). PLTB ini pertama di Indonesia yang kapasitasnya besar. Ini menjadi kebanggan kita dan bukti bahwa pemerintah serius mengembangkan EBT. Dan semoga pembangunan pembangkit EBT di tempat lain bisa lebih cepat seperti di PLTB Sidrap ini,” kata Rida.

Direktur Bisnis Regional Sulawesi PLN Syamsul Huda menjelaskan bahwa PLN mengawasi setiap detail progres pembangunan, untuk memastikan PLTB pertama program 35.000 MW ini bisa selesai sesuai target dengan kualitas yang baik.

“Dalam pembangunannya PLTB Sidrap menggunakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 40 persen. Untuk tower-nya sendiri TKDN-nya cukup besar mencapai 80%. Dengan total daya sebesar 75 MW, PLTB Sidrap berperan menopang 6% kebutuhan beban puncak Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) yang meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Palu. Berdasarkan penelitian, kecepatan angin pada titik di Sidrap ini mampu untuk memutar turbin dengan kapasitas tersebut,” ujar Huda.

Menurut Huda, PLTB Sidrap diasumsikan mampu melistriki 67.000 pelanggan di Sulawesi Selatan dengan daya listrik rata-rata 1.300 VA. Setiap tower di PLTB tersebut memiliki ketinggian 80 meter dan baling-baling sepanjang 57 meter. PLTB Sidrap merupakan pembangkit tenaga angin pertama dan terbesar di Indonesia yang memanfaatkan lahan kurang lebih 100 hektar.

Kondisi kelistrikan sistem Sulbagsel saat ini surplus, dengan daya mampu 1.300 MW dan beban puncak mencapai 1.050 MW. Dengan demikian PLN masih memiliki cadangan daya 250 MW yang dapat memasok ke pelanggan. Seiring dengan masuknya sistem beberapa pembangkit baru, pada tahun 2018, sistem Sulbagsel akan memiliki cadangan daya tambahan sebesar 500 MW. Oleh karena itu, PLN mengajak investor agar jangan ragu berinvestasi di Sulawesi Selatan karena listrik surplus dan jaringan semakin andal. (Gadih)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*